by

Maluku Belum Capai Vaksinasi 70 Persen, Mendagri “Warning” Gubernur

AMBON,MRNews.com,- Vaksinasi tahap pertama minimal 70 persen belum dicapai beberapa daerah di Indonesia termasuk Provinsi Maluku. Hal ini yang jadi alasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkunjung ke Maluku guna mendorong percepatan Vaksinasi Covid-19, Jum’at (24/12).

Selain Maluku, juga diantaranya Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat yang masih dibawah target.

Dikatakan Tito, persentase vaksinasi dosis pertama Maluku masih diangka 55,08 persen. Sedangkan dosis kedua baru 26,43 persen. Angka ini harus digenjot terus dengan memaksimalkan semua sumberdaya yang dimiliki.

Namun catatan tersebut, bisa tertutupi dengan persentase vaksinasi yang sudah dicapai Kota Ambon, menyentuh angka 91 persen. Mantan Kapolri itu lantas mengapresiasi kerja terukur Walikota dan jajarannya.

“Saya sampaikan apresiasi sangat tinggi kepada Kota Ambon atas hasil itu. Patut disyukuri. Sebab memang kerawanan tertinggi penyebaran Covid-19 ada di Ambon sebagai ibukota provinsi, dengan populasi penduduk besar dan padat,” sebut Tito usai rapat koordinasi percepatan Vaksinasi bersama Gubernur dan Bupati/Walikota, Jum’at (24/12).

Namun ditegaskan Tito, dirinya sudah meminta kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy agar menyisir kembali warga terutama usia lanjut (Lansia) yang rentan terpapar, dengan sistem door to door atau dari rumah ke rumah.

Sementara ada beberapa Kabupaten/Kota lain yang memang belum capai 70 persen vaksinasi tapi optimis bisa, yakni Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru. Tapi memang harus didukung TNI/POLRI, tidak bisa sendiri.

“Empat Kabupaten/Kota yang tidak begitu optimis capai 70 persen vaksinasi karena berbagai kendala seperti kondisi geografis daerah yang pulau-pulau, pegunungan yaitu Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur. Mereka target 50-62 persen” terangnya di Kantor Gubernur Maluku.

Sebab itu, Tito “mewarning” Gubernur Maluku Murad Ismail, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku, Kabinda Maluku dan Kajati Maluku agar bisa memonitor daerah-daerah tersebut supaya bisa melebihi target yang diharapkan.

“Mudah-mudahan dengan skenario ini, kerjasama ini, dikeroyok rame-rame, mudah-mudahan bisa mencapai 70 persen diakhir tahun atau kurang lebih 6 hari. Vaksinasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus digencarkan demi kepentingan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed