by

Kapolri Minta Positifity Rate O Persen Maluku Dipertahankan

AMBON,MRNews.com,- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada Forkopimda Maluku untuk mempertahankan tren positif soal positivity rate atau angka kasus positif Covid-19 yang saat ini berada diangka 0 persen selama sepekan terakhir.

Hal itu, kata Sigit sangat baik, namun memang perlu ada upaya lebih keras untuk mendorong akselerasi vaksinasi serta disiplin protokol kesehatan (Prokes).

“Positivity rate yang saat ini ada di angka 0 persen terus dipertahankan, prokesnya tetap dikuatkan. Sehingga saat kita kejar pencapaian tidak terjadi lonjakan terkait varian baru Omicron,” harap Sigit usai meninjau akselerasi vaksinasi di Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (14/1/22).

Pasalnya, dengan begitu varian baru Covid-19 Omicron dapat diantisipasi serta dicegah.

“Kita juga tetap waspada varian Omicron sudah masuk, rata-rata datang dari pelaku perjalanan luar negeri dan saat ini sudah terjadi transmisi lokal. Kita harus sama-sama jaga dan waspada. Strategi yang harus kita lakukan adalah bagaimana bekali masyarakat dengan vaksinasi,” tutur Sigit.

Oleh karenanya, Sigit mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus melakukan protokol kesehatan secara disiplin dan tidak ragu atau takut vaksinasi. Mengingat, vaksinasi dapat meningkatkan imunitas terhadap Covid-19.

Karena memang kalau ini tidak dijaga, ada potensi setelah kegiatan Belajar Tatap Muka (BTM), siswa/siswi bertemu keluarga tentunya disitu ada yang berusia Lansia dan juga rentan terhadap risiko penularan covid.

“Maka mau tidak mau semua ini harus kita jaga, kita waspada, kita tingkatkan. Agar Provinsi Maluku segera mencapai target. Namun saya yakin optimis dari laporan yang ada pencapaian atau target itu bisa tercapai,” ujar Listyo optimis.

Selain itu, Jenderal Listyo juga meminta agar Forkopimda Maluku terus melakukan strategi akselerasi vaksinasi guna mengejar target pemerintah sebesar 70 persen. Mengingat, Maluku saat ini masih berada diangka 63 persen.

“Karena target pencapaian Pemerintah sudah diangka 84 persen. Dan tentunya wilayah Maluku harus segera mengejar untuk mencapai target 70 persen,” katanya.

Mantan Kadivpropam Polri itu mengungkapkan, dari hasil dialog interaksinya secara langsung dengan beberapa wilayah di Maluku, masih mengalami beberapa kendala terkait dengan vaksinasi.

Diantaranya soal kondisi geografis dan masih ada masyarakat yang perlu diberikan penjelasan lebih mendalam akan pentingnya vaksinasi.

Namun, Sigit menekankan, dari wilayah di Maluku tersebut, telah menyatakan kesiapannya untuk sanggup melakukan akselerasi vaksinasi sebesar 70 persen.

“Kita tadi dapatkan informasi kondisi gejala geografis dan sebagian kecil masyarakat masih perlu ada penjelasan atau sosialisasi karena masih ragu atau takut vaksinasi. Namun dari hasil komunikasi dan laporan rata-rata sanggup untuk mencapai 70 persen,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Tak hanya meninjau vaksinasi, Kapolri juga menyempatkan mengecek proses BTM di SMP 6 Ambon untuk memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan disiplin, sehingga anak-anak dan tenaga pendidik aman dari paparan Covid-19.

Khusus untuk Kota Ambon sendiri vaksinasinya sudah mencapai 94 persen. Capaian itu perlu diapresiasi. Sebab itu, ia berharap, hal ini dapat menjadi motivasi untuk wilayah lain di Maluku, dalam mengejar target dari pemerintah Indonesia.

“Ini berdampak pada kegiatan lanjutan yaitu mengenai BTM. Karena memang ada aturan untuk bisa melaksanakan BTM, pencapaian vaksinasinya juga harus disesuaikan. Asesmen level juga ikut menentukan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed