AMBON,MRNews.com,- Puluhan lilin dinyalakan dan doa dipanjatkan di pelataran Balai Rakyat Belakang Soya, Jumat (5/10/18) malam untuk Patrisia Prisilia Tuhumury/Kailola (Teka), pegawai PT HM. Sampoerna, korban gempa dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya oleh tim evakuasi.
Mulai dari orang tua, keluarga, kerabat, sahabat, rekan kerja, teman sebaya dan handai taulan lainnya yang berempati dengan Teka, larut dalam perenungan dan harapan dari mereka di momen ini bahwa mujizat Tuhan masih ada dan akan berlaku bagi Teka, sehingga pasti akan kembali bersama keluarga. Moment bertema “A Pray for Teka” diisi dengan puisi dan lagu-lagu penyemangat dari sahabat Teka serta penggalangan sumbangan sukarela bagi korban gempa dan tsunami.
“Mama akan tetap menunggu Eka. Beta percaya beta berdiri disini karena kasih Tuhan. Tidak gampang kehilangan empat orang yang dicintai dalam waktu bersamaan,” tutur Ny Jane Pinontoan/Tuhumury, ibunda Patricia, saat mengawali renungan malam itu.
Usai acara, Ny Jane Pinontoan/Tuhumury mengaku, sebagai seorang ibu, meyakini Eka pasti kembali. Bila kehendak Tuhan lain, sebagai manusia tidak bisa berkata apapun. Tetapi kalau memang Tuhan masih ada dengannya, pasti Eka kembali. “Satu keyakinan, pasti Eka akan kembali, dan katong selalu berdoa. Semoga Tuhan menjawabnya. Tuhan tahu dimana Eka berada. Mungkin Tuhan juga mau kasih cobaan, supaya kita semakin dekat denganNya. Tuhan tahu jalan pikiran dan apa yang kita rasa. Pasti Eka akan kembali bersama dalam keluarga,” ujarnya kepada awak media sambil menitikan air mata.
Masa lanjutnya, Tuhan sudah ambil papanya, suami dan anaknya, lantas Tuhan tidak bisa tinggalkan satu orang untuk jadi saksi buat banyak orang betapa kemurahan Tuhan. “Sekali lagi sebagai seorang ibu, yakin pasti Eka akan kembali dan menjadi saksi buat banyak orang. Bahwa ketika dekat dengan Tuhan, campur tangan Tuhan. Bagi manusia mustahil, tapi bagi Tuhan Allah tak ada yang mustahil. Beta percaya Eka akan kembali menyaksikan kemuliaan Tuhan, bersaksi tentang kebenaran Tuhan, bahwa Tuhan itu ajaib, dulu dan sekarang tidak ada bedanya,” akunya.
Jane lantas menceritakan proses keluarga berupaya pergi ke Palu untuk mencari anaknya. Dimana waktu itu, dirinya bersama adik perempuan ke Makasar. Tapi untuk ke Palu, tidak mampu. Karena keadaan disana memang virus dan lumpur sudah keluar bersama dengan percikan api. Sehingga keduanya tidak bisa melanjutkan perjalanan. Hanya adik bungsunya yang lanjut ke Palu, untuk bersama dalam pencarian hingga kini. Artinya, belum dapat pastikan posisi Eka dimana dan bagaimana keadaannya.
“Maka katong selalu topang dalam doa, semoga Eka cepat ketemu. Dan itu katong semakin percaya. Adiknya sementara masih di Palu. Banyak tim-tim sudah cabut dari Palu. Tapi memang beberapa masih ada, teristimewa tim Sampoerna Surabaya, Palu dan Makasar tetap lakukan pencarian. Memang tidak tahu hidup atau meninggal, tapi katong percaya Eka akan hidup lagi dengan katong. Papanya baru meninggal seminggu sebelum bencana, kemudian sudah lihat Sasya jadi mayat, lihat Tito tergeletak di pinggir pantai. Saya tidak bisa bilang apa-apa, terlalu sakit sekali. Katong berharap Eka kembali, pasti. Katong selalu berdoa Eka pasti kembali,” ucapnya.
Dengan semua orang berdoa dan menyalakan lilin bagi Eka, sebagai seorang ibu kata Jane, dirinya bahagia ada topangan doa begitu banyak. Karena semakin banyak topangan doa, semakin pula ada harapan dan keyakinan Eka ada dalam lindungan Tuhan. “Malam ini (kemarin-red) saya bahagia sekali, bercampur aduk dan berharap. Siapa bilang sebagai ibu tidak sedih. Tuhan sudah ambil suami, menantu, cucu dan mungkin Eka. Seorang pergi saja kita sedih luar biasa. Apalagi keempat orang pergi di waktu hampir bersamaan tinggalkan saya, sedih sekali,” akhirinya. (MR-02)












Comment