by

Kehadiran HIPMI Jadi Spirit & Motivasi Bagi Perekonomian di Maluku

AMBON,MRNews.com,- Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Maluku Sadli Ie menyatakan, kehadiran jajaran pengusaha muda dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi spirit dan motivasi bagi perekonomian di tanah Maluku.

Pasalnya, dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang tak saja sektor kesehatan, pendidikan terdampak besar, tapi tidak dapat dipungkiri sektor ekonomi juga merasakan efek besar Pandemi. Maka pengusaha menjadi problem solver ditengah kondisi itu.

“Kehadiran Ketum HIPMI dan semua elemen HIPMI di Maluku menjadi spirit dan motivasi bagi berkembangnya perekonomian di Maluku. Hal ini sejalan dengan tema Musda, konsolidasi pengusaha muda untuk Maluku bangkit,” tandasnya saat hadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI BPD HIPMI Maluku di Swissbell-Hotel Ambon, Senin (15/11).

Dengan keunggulan HIPMI yang didominasi pengusaha muda diberbagai level usaha, dirinya berharap, HIPMI semakin eksis dan berkembang ditengah kondisi yang semakin kompleks, membantu pemerintah memajukan sektor ekonomi dan menciptakan entrepreneur muda baru.

Sementara, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Jaqueline Margareth Sahetapy (JMS) menegaskan, proses Musda XI ini jadi momen konsolidasi internal, evaluasi program strategis organisasi dan kaderisasi kepemimpinan serta menyatukan ide dan gagasan demi kemajuan HIPMI.

Ditangannya, HIPMI Maluku kata JMS, mampu terkonsolidasi di 11 BPC Kabupaten/Kota, setelah sebelumnya hanya ada 9 BPC HIPMI. Ini menunjukkan geliat HIPMI untuk memajukan daerah lewat dunia usaha sangat tinggi dan penuh optimis dengan banyak pengusaha muda.

“Pasca menjabat 2019, HIPMI Maluku dihadapkan pada situasi Pilgub Maluku, Gempabumi 2019 dan Pandemi Covid-19 di 2020. Dampak Pandemi sangat terasa bagi sektor ekonomi. Maka tema Musda XI ini sangat tepat, konsolidasi pemuda menuju Maluku Bangkit,” ujarnya penuh haru dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat yang sama, Ketua Umum BPP HIPMI Mardani Maming menitipkan beberapa pesan penting kepada BPD dan BPC HIPMI di Maluku. Bahwa jika ingin menjadi pengusaha sukses dan besar, konsistensi penting. Jika A katakan A, B katakan B, tidak boleh abu-abu.

“HIPMI dilahirkan dari berbagai warna, bukan satu warna. Maka perbedaan itu kekayaan. Tapi ketika bicara kepentingan HIPMI, harus jadi satu. Sesuai motto kita, bertanding untuk bersanding, harus diutamakan,” terang CEO PT Maming Enam Sembilan

“Kalau saya dan bang Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi/Kepala BKPM RI-red yang juga mantan Ketum BPP HIPMI) punya kesempatan jadi pemimpin, pasti BPD dan BPC juga pasti bisa jadi pemimpin dan pengusaha besar nasional,” sambung mantan Bupati Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Hadirnya HIPMI termasuk dirinya didalam yang bisa menjadi pengusaha besar usai lalui fase dari bawah, sebagai anak seorang kepala desa, menyiratkan makna bahwa anak muda di Maluku khususnya tidak boleh berpikir hanya jadi ASN, TNI/Polri.

“Mindset itu harus dirubah demi memberdayakan orang lain dan membantu pemerintah membangun bangsa dan daerah disektor ekonomi,” pungkas pengusaha asal Batu Licin Kabupaten Tanah Bumbu itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed