by

Dua Pekan Nihil, Kini Ambon Ada Kasus Positif Covid-19

AMBON,MRNews.com,- Sejak 23 November lalu hingga 3 Desember 2021 atau kurang lebih dua pekan nihil kasus terkonfirmasi, kini Covid-19 kembali “hantui” warga kota Ambon setelah dua orang terkonfirmasi positif per 4 Desember 2021.

Kepala dinas kesehatan kota Ambon Wendy Pelupessy katakan, penambahan dua kasus terkonfirmasi terbaru itu ada di Kecamatan Baguala yaitu satu di Negeri Passo dan satu orang lagi di Kelurahan Lateri.

“Keduanya terkonfirmasi ketika diperiksa, dan hasilnya yang bersangkutan positif,” beber Pelupessy kepada awak media di Balaikota, Senin (6/12).

Saat ini keduanya kata Pelupessy, dirawat di rumah sakit terpusat Covid-19.

“Kita tracing orang terdekat untuk warga yang di Passo, negatif. Sedangkan yang di Lateri sementara lakukan tracing,” ungkap Pelupessy.

Penambahan dua kasus positif terbaru ini menurutnya, pasti akan berpengaruh pada zonasi Covid-19 kota Ambon lagi. Padahal saat ini, zonasi Ambon sudah cukup bagus, ada di zona kuning menuju hijau.

Diakui Pelupessy, hal itu tidak bisa dihindari. Karena Ambon merupakan ibukota provinsi, dengan mobilitas orang, baik masuk dan keluar sangat tinggi.

“Semua orang bisa datang masuk beraktivitas dan sebagainya, maka sulit untuk kita bisa menjaga kasus itu bertahan lama diangka nol. Mungkin kita bisa menekan angka penularan, tapi bertahan seterusnya tergantung tiap orang,” ujarnya.

Hal yang bisa dilakukan akui Pelupessy, hanya dengan taat protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi. Itu yang bisa menekan dan mengendalikan angka penularan kasus Covid-19.

“Dari dua kasus itu, kita berharap tidak lagi bertambah. Maka perlu ditekankan Prokes. Karena ketika kita sudah masuk di zona yang sudah baik, level sudah baik, orang anggap Covid-19 sudah selesai. Prokes diabaikan. Mungkin masker masih taat, tapi jaga jarak itu yang tidak ada,” harapnya.

Apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan intensitas orang lebih tinggi, diharapkan ada kesadaran bersama akan pentingnya Prokes dan angka penularan kasus bisa dikendalikan.

“Biasanya kasus di naik disitu, Desember. Tapi kita berharap tidak terjadi kenaikan. Sehingga Januari 2022 angka penularan bisa terkendali. Pengendalian itu dari usaha bersama, bukan dari Dinkes saja. Seluruh komponen berperan, itu yang namanya Pentahelix,” kunci Pelupessy. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed