by

Jadi Tersangka Kebakaran KMP Lelemuku, Kepala Kamar Mesin Ditahan

AMBON,MRNews.com,- Setelah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran KMP Lelemuku yang berlabuh di Pelabuhan Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) oleh Polres KKT, Selasa (25/5), ABK KMP Lelemuku yang juga menjabat kepala kamar mesin JR (45) ditahan.

Kepastian tersebut diungkapkan Kapolres KKT AKBP. Romi Agusriansyah saat dihubungi via seluler, Rabu (26/5).

Romy pun menegaskan, kasus tersebut adalah kebakaran dan bukannya terbakar sendiri. Dimana kapal tersebut diketahui baru saja tiba setelah melakukan pelayaran dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Penetapan tersangka dan penahanan terhadap JR, kata Romy, setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sehari pasca kebakaran.

“Kita olah TKP, Selasa (25/5) dan selesai jam 12 siang. Kemudian jam 3 sore kita sudah penetapan tersangka. Ketika ditetapkan sebagai tersangka, kita langsung melakukan penahanan kepada yang bersangkutan,” tandas Romy.

Sebelum olah TKP diakui Romy, pihaknya sempat arahkan ABK untuk melakukan proses pendinginan pada kapal yang masih tertambat di pelabuhan Feri karena masih ada asap pada beberapa titik disana.

“Pasal yang disangkakan terhadap pelaku adalah pasal 198 KUHP atau pasal 187 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun,” ungkap mantan Kapolres SBT itu.

Dibeberkan Romy, awalnya Senin (24/5), tersangka JR naik keatas kapal kurang lebih pukul 17.10 Wit dan ada keributan antara tersangka dengan seseorang yang berada di dek lantai 3.

Setelah cekcok, satu jam kemudian tersangka yang sudah dalam kondisi mabuk karena mengkonsumsi minuman keras turun menuju dek 1 lantai paling bawah.

“Di dek 1, tersangka mengambil jerigen berisikan BBM jenis Pertalite, kurang lebih 35 liter lalu menuangkannya mulai dari haluan kapal hingga bagian tengah kapal dan lantas menyulutnya menggunakan korek api,” jelas Romy.

Perbuatan tersangka sebelumnya diakui Romy, sudah dilerai beberapa temannya namun karena sudah dibawa emosi dan pengaruh miras, tersangka tetap melanjutkan aksinya.

Setelah api menyala, sudah ada upaya pemadaman yang dilakukan teman-teman ABK sekitar 4 orang menggunakan alat padam api ringan. Namun yang disulut tersangka adalah BBM jenis Pertalite sehingga api sulit diatasi.

“Hingga pukul 18.30 Wit api tersebut kian membesar. Upaya pemadaman api yang dilakukan baru berhasil pada pukul 23.45 Wit,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed