Gerakan WCD 2018, Ingatkan Dampak Sampah Bagi Lingkungan

AMBON,MRNews.com,- Sabtu (15/9/18) menjadi waktu serempak dilakukannya gerakan world cleanup day (WCD) atau aksi gotong royong bersih-bersih di seluruh dunia, pada 150 negara, 34 provinsi se-Indonesia dan oleh 34 juta penduduk. Agar planet bumi menjadi bersih dan bebas dari sampah dan gerakan ini sebagai upaya mengingkatkan dunia, dampak sampah sangat berbahaya bagi lingkungan.

Hal itu diakui Walikota Ambon Richard Louhenapessy lewat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon Lucia Izaak dalam sambutan mengaku, WCD bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak sampah terhadap lingkungan, karena sampah merupakan persoalan global yang dihadapi semua negara di dunia.

“Masalah sampah juga dihadapi negara kita yang merupakan penyumbang sampah plastik terbesar nomor 2 setelah negara Cina, karena itu upaya mengatasi sampah dengan melibatkan Indonesia dalam sebuah gerakan global yaitu WCD yang berlangsung di pantai Rumahtiga, pantai Airlouw dan beberapa titik lainnya,” terangnya disela-sela gerakan WCD di pantai Rumahtiga, Sabtu (15/9/18).

WCD kata Walikota adalah event International yang pertama kali diadakan di negara Estonia, dimana gerakan ini mampu memobilisasi lebih dari 50 ribu sukarelawan untuk membersihkan limbah illegal maupun sampah. Sehingga kebiasaan ini harus diadopsi sebagai bagian budaya orang Ambon. “Kita harus laksanakan gerakan WCD secara rutin guna menjadikan lingkungan bersih, aman dan nyaman ditinggali,’’ akuinya.

Dia memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat, OKP, mahasiswa, SKPD, lembaga pendidikan, komunitas dan pemerhati lingkungan dengan sukarela dan penuh kepedulian membersihkan sampah di lingkungan maupun sekitar laut. Terutama Green Mollucas sebagai pelaksana. Pasalnya, gerakan ini juga sejalan dengan visi pemerintah kota (Pemkot) Ambon yaitu Ambon yang Harmonis, Sejahtera dan Religius.

“Gerakan ini dapat memberikan harapan yang besar terhadap Maluku khususnya Kota Ambon agar, Ambon menjadi hijau, bersih dan sehat. Serta membawa dampak positif untuk mengajak masyarakat agar tetap peduli, sadar dan kritis terhadap lingkungan sekitar. Dengan menjadikan Ambon rumah yang manis dan nyaman bagi siapapun yang menapakan kaki di kota ini, lewat gerakan WCD,” harapnya.

Koordinator gerakan WCD 2018 wilayah Maluku, Iren Sohilait berharap, 380 juta penduduk atau sekitar 5 persen populasi di dunia dan 13 juta penduduk Indonesia bisa terlibat dalam gerakan ini. Di Maluku, dilakukan serempak di empat kabupaten/kota yakni Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten MBD, Kabupaten MTB dan Kota Ambon.  Dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat dan stakeholders. Sebelum puncak gerakan WCD, tim telah roadshow ke sekolah dan kampus, juga sosialisasi keterlibatan pada kegiatan pandu laut nusantara.

“Tujuannya jelas agar lahirnya suatu momentum yang mempersatukan masyarakat Indonesia khususnya di Maluku sebagai bagian masyarakat dunia dari berbagai latar belakang lewat gerakan WCD. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak sampah terhadap lingkungan dan menjadi sebuah gerakan masif agar Indonesia bersih dan bebas sampah dengan mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan cinta lingkungan yang berkelanjutan. Ini kesadaran dan tanggungjawab bersama,” kunci Sohilait. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *