by

Gagal Kendalikan Unras Mahasiswa, MCC Minta Kapolresta Ambon Diganti

AMBON,MRNews.com,- Aksi unjuk rasa (Unras) mahasiswa di Kota Ambon, antara lain menolak diberlakukannya PPKM Mikro yang diwarnai kericuhan dan kekerasan, mendapat tanggapan keras dari Direktur Maluku Crisis Center (MCC) Ikhsan Tualeka.

Ikhsan menyayangkan tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa. Padahal mestinya kekerasan bisa dihindari, jika saja kepolisian mampu mengambil langkah-langkah persuasif dan dialogis.

Ini memperlihatkan ketidakcakapan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease, Kombes Pol Leo S. Nugraha Simatupang dalam mengendalikan situasi.

“Dari sejumlah tayangan video, terlihat polisi bertindak terlalu keras dan cenderung kasar. Sejumlah mahasiswa ditarik dengan paksa dan kurang manusiawi. Mestinya upaya persuasif dilakukan” jelas Ikhsan dalam rilisnya yang diterima media ini, Sabtu (17/7).

Sebagai seorang demonstran dirinya hafal betul psikologi massa aksi, apalagi mahasiswa. Mereka jangan dikasarin dan diintimidasi, semangat kolektif justru membuat mereka semakin berontak.

“Mahasiswa justru kalau ditekan semakin melawan, dalam kondisi semacam ini aparat keamanan mesti mampu bersikap lebih humanis. Simpul-simpul gerakan dipanggil dan diajak diskusi atau negosiasi, dengan begitu bentrok dan kekerasan dapat dicegah”, tegas Ikhsan.

Oleh sebab itu, dirinya meminta Kapolda Maluku Saya agar sekiranya bisa mengevaluasi Kapolresta Ambon bahkan bila perlu diganti.

“Model kepemimpinan dan penanganan yang beliau lakukan justru dapat memantik aksi massa lebih besar dan masif lagi, apalagi jika warga atau masyarakat ikut bergabung. Jangan suka anggap remeh gerakan mahasiswa,” ingatnya.

Ikhsan berharap setelah ini, Kapolda Maluku dapat mengevaluasi posisi Leo Simatupang. Sebab kondisi sekarang Ambon butuh pimpinan kepolisian yang paham situasi dan bisa mengendalikan situasi dengan baik.

Sementara terkait aksi mahasiswa, mantan Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia ini menambahkan, kaum intelektual itu mesti hadir dengan gagasan, inovasi dan solusi, bukan kemudian memperkeruh situasi apalagi ditengah Pandemi.

“PPKM itu bagian dari upaya meredam laju penyebaran Covid-19, sambil vaksinasi terus di-masifkan dan herd immunity terbentuk. Mestinya yang perlu didorong, dikritisi dan dipastikan itu adanya bantuan pangan cukup bagi warga, terutama yang kurang mampu selama PPKM. Kepedulian itu penting, tapi juga mesti cerdas”, harapnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed