AMBON,MRNews.com,- DPRD Kota Ambon mengkritik “bombastisnya” rombongan dari pemerintah kota (Pemkot) yang dipimpin wakil walikota, Syarif Hadler dan asisten II Robby Silooy ke Darwin, Australia Utara dalam rangka pelepasan peserta Spice Island Darwin Ambon Yacht Race (SIDAYR) 2019 karena jumlahnya sangat banyak, kabarnya mencapai 35 orang.
Kritikan itu datang dari Wakil Ketua DPRD, Rustam Latupono. Latupono menilai wajar DPRD sebagai mitra kerja yang melakukan fungsi kontrol terhadap kerja eksekutif memberikan kritik sebab faktanya demikian. Pasalnya, rombongan yang hadir tersebut 35 orang, lebih banyak dari peserta lomba SIDAYR 2019 yang hanya 13 perahu.
“Yang ka Darwin tuh yang musti disikapi. Karena rombongan lebih banyak dari peserta lomba SIDAYR 2019. Bukan kamong (wartawan-red) kritik katong saja karena berangkat,” tukas politisi Gerindra itu saat dihubungi via WhatsApp, Senin (29/7/19).
Menurut Latupono, dengan banyaknya rombongan ke Darwin jelas pemborosan, sebab pastinya akan tidak produktif. Karena didominasi musisi, penyanyi dan pimpinan OPD. Padahal jika dimaksimalkan, tak kurang dari 20 orang pun lebih efektif jika tujuannya ingin menghibur peserta dan menunjukkan kekhasan Ambon sebaga kota musik. Bahwa mestinya dinas pariwisata dan kebudayaan memikirkan bagaimana sehingga peserta berkurang dan caranya meningkatkan di tahun 2020 serta dampaknya langsung bagi kota dan masyarakat Ambon.
“Bayangkan dalam sebulan saja perjalanan luar negeri sangat banyak, terakhir New Zealand dan ini Darwin. Kalau kepala daerah, walikota atau wakil walikota sendiri atau bersama dua, tiga orang yang berkepentingan langsung dengan kunjungan atau kerjasama, wajar saja untuk kepentingan kemajuan kota. Tapi kalau sudah 35 orang itu sesuatu luar biasa. Harusnya dinas pikir kenapa peserta berkurang, bagaimana cara meningkatkan dan tentu apa dampak langsung ke kota dan masyarakat,” tegas Latupono.
Namun kritikan DPRD itu, seperti “memercik air di dulang, kena muka sendiri”, karena ada salah satu anggota komisi I DPRD dari fraksi NasDem, Christian Latumahina yang ikut dalam rombongan ke Darwin tersebut, karena bermitra dengan dinas pariwisata dan kebudayaan. Dirinya terlihat pada postingan di facebook oleh Netizen baik di bandara internasional Soekarno-Hatta maupun tiba di bandara Sydney, Australia saat foto bersama. Tetapi ikut sertanya Latumahina dibantah bukan bagian dari penugasan DPRD, namun inisiatif pribadi.
“Yang iko tuh pribadi, seng ada penugasan pimpinan. Jadi katong anggap seng ada anggota yang mewakili DPRD ke Darwin,” kunci Latupono.
Diketahui, 13 perahu layar yang terkonfirmasi mengikuti SIDAYR diantaranya Antipodes, Colie, Wallop, Liquidity II, Finally, Anastasia, Our Philosophy, Pandora, Psuedorca, Vitamin B dan Cockatoo, yang akan mengikuti kategori IRC Racing, Premier Cruising Multihulls, Premier Cruising Monohulls dan Rally. 13 perahu itu terkonfirmasi pasti dari 16 perahu yang mendaftar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Rico Hayat beberapa waktu lalu mengatakan, sesuai rencana pelepasan peserta perahu layar dilaksanakan di Darwin pada 3 Agustus 2019 dan dijadwalkan finish di pantai desa Amahusu, kecamatan Nusaniwe, kota Ambon 5-6 Agustus 2019. “Kita telah melakukan rapat koordinasi internal yakni komite yang diketuai Asisten II Pemkot Ambon bersama stakeholder untuk proses persiapan penerimaan perahu layar,” sebut Hayat kepada awak media.
Pihaknya, kata Rico juga telah melakukan pertemuan dengan konsulat Indonesia untuk Darwin, komite sister city dan Walikota Darwin, dimana mereka mendukung penuh program SIDAYR 2019. Apalagi acara pendukung SIDAYR juga akan berbeda dari tahun sebelumnya karena bertepatan 30 tahun kerjasama kota kembar Darwin-Ambon, dimulai dengan bussiness meeting sebagai permintaan konsulat sebelum lomba dimulai. Untuk Ambon night yang sebelumnya dilaksanakan di Konsult Darwin, dialihkan ke komite SIDAYR Dinnah Beach, dengan konsep acara berbeda. (MR-02)











Comment