by

Corona Hantam Nakes, Dua Puskesmas & Klinik Mata Vlissingen Tutup

AMBON,MRNews.com,- Kondisi kota Ambon saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apa sebab?, Corona kembali menggila. Angka terkonfirmasi positif Covid-19 meroket tajam, kasus kematian pun ikut naik.

Bahkan, tak tanggung-tanggung, tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 kembali jadi korban. Bukan satu atau dua orang, tetapi 10 Nakes.

Terhadap kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon pun akan menutup sementara dua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan Klinik Mata Vlissingen mulai besok.

Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Ambon Joy Adriaansz mengaku, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah dalam hal ini Satgas mengambil kebijakan untuk menutup sementara dua Puskesmas dan satu klinik mata.

Dua puskesmas itu ialah Puskesmas Tiahahu (Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau), Puskesmas Hative Kecil (Desa Galala, Kecamatan Sirimau), dan klinik mata A-V (Ambon Vlisingen) di Desa Passo, Kecamatan Baguala.

“Kita akan tutup sementara ketiga fasilitas kesehatan itu mulai besok karena Nakes yang bekerja disana diketahui terkonfirmasi positif Covid-19,” tandas Joy kepada awak media di ruang rapat Vlisingen-Balaikota Ambon, Rabu (30/6).

Dikatakan Joy, dari 10 Nakes yang terpapar Covid-19 itu, diantaranya satu Nakes di Puskesmas Hative Kecil, enam Nakes Puskesmas Tiahahu dan tiga orang Nakes ada di Klinik Mata Vlissingen.

“Penutupan Puskesmas dan Klinik Mata itu akan dilakukan sampai dengan hasil Swab PCR dari para Nakes yang bekerja di Faskes itu keluar. Tentunya dengan hasil yang negatif,” terang Joy.

Terpaparnya 10 Nakes itu jelas berdampak pada rekan-rekannya yang masih kategori “bebas”.

Karena itu, Joy mengaku, langkah selanjutnya telah diambil pihaknya yang besok juga akan melakukan Swab tes PCR kepada semua Nakes yang melayani di dua Puskesmas dan Klinik Mata.

Selain tes Swab PCR Nakes lainnya tambah Joy, pihaknya juga akan lakukan sterilisasi Puskesmas dan Klinik Mata Vlissingen dengan penyemprotan disinfektan. Guna memastikan tidak terjadi penyebaran Covid-19 secara masif disana.

“Hal itu untuk mengetahui Nakes lainnya terpapar atau tidak. Sekaligus guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun bisa kembali berjalan baik ketika nantinya Puskesmas dan Klinik Mata dibuka kembali,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed