by

Agama, Ekologi & Pendidikan Jadi Bahasan Utama Seminar Internasional Pertama IAKN Ambon

AMBON,MRNews.com,- Tiga aspek penting yaitu Agama, Ekologi dan Pendidikan sebagai ruang dialog peradaban menjadi bahasan utama pada the 1st Annual Conference and Call for Paper yang digagas Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon selama dua hari secara virtual, 21-22 September 2021.

Pertemuan ilmiah itu menghadirkan pembicara dari Universitas ternama di Indonesia yakni Prof Emanuel Gerrit Singgih (Dosen Universitas Kristen Duta Wacana); Dialektika Spiritualitas Ekologi ditengah Krisis Ekologi, Prof Wening Udasmoro (Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada); Disrupsi Peradaban dan Perubahan Kebudayaan di Era Baru.

Prof Willy Toisuta (mantan rektor Universitas Kristen Satya Wacana); Membangun Paradigma Pendidikan yang Inklusif di Era Teknologi Digital, Prof Joas Adiprasetya (Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta); Rekonstruksi Peran Sosial Agama; Perjumpaan Tradisi Kristen dengan Konteks Sosial Kontemporer dan Dr Agusthina Ch Kakiay (Rektor IAKN Ambon); Paradigma Pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia sebanyak 455 peserta dari berbagai kalangan: perguruan tinggi negeri dan swasta, sekolah dan seluruh stakeholder.

Rektor IAKN Ambon Agustina Ch Kakiay menyatakan, agama, ekologi dan pendidikan merupakan tiga isu yang saling berkaitan dan sangat penting untuk dibicarakan atau didialogkan.

Sebab, perjumpaan agama-agama dalam ruang sosial dengan berbagai permasalahannya dan krisis ekologi yang luar biasa berimplikasi bagi kehidupan manusia.

Belum lagi tuntutan pendidikan di era RI 4.0 dan Society 5.0 ditambah dengan adanya Pandemi COVID-19 membuat situasi krisis kemanusiaan dan membutuhkan kajian agama-agama, ekologi dan pendidikan.

“Maka melalui pertemuan ilmiah yang digagas IAKN Ambon melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dengan bahasan dari berbagai narasumber kompeten, bisa mendorong lebih banyak kajian dan tulisan-tulisan ilmiah terkait tiga isu tersebut,” harap Kakiay.

Sebelumnya, ketua panitia 1st Annual Conference, R Jemmy Talakua mengaku, sebagai institusi ilmiah keagamaan, IAKN memandang penting mendiskusikan tiga isu itu sebagai referensi pengembangan penelitian dan kajian-kajian ilmiah, mengembangan gagasan keilmuan dan penerapan ilmu sebagai pencerahan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Yang mana jika dielaborasi lebih jauh, baik Agama, Ekologi dan Pendidikan saling beririsan dan dialektis yang dapat merubah tatanan hidup, distrupsi peradaban dan perubahan kebudayaan.

“Kita dihadapkan dengan perjumpaan agama-agama dalam ruang social dengan berbagai permasalahannya, krisis ekologi, serta tuntutan pendidikan di era RI 4.0 dan Society 5.0. Juga Pandemic Covid-19 sebagai situasi krisis kemanusiaan yang terus membutuhkan kajian agama-agama, ekologi dan pendidikan,” ucapnya.

The First Annual Conference sambungnya, merupakan salah satu pertemuan ilmiah yang menjadi inspirasi untuk kajian-kajian ilmiah bagi pengembangan keilmuan menuju kegiatan Call for Paper berdasarkan rumpun/klaster ilmu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed