by

Warga MBD Diminta Tak Mudah Percaya Polisi Gadungan

MOA,MRNews.com.- Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) diminta untuk tidak mudah percaya tawaran kalau ada penerimaan tentara dan polisi.

Jika ada informasi penerimaan calon tamtama atau calon bintara TNI dan Polri, hendaknya ditanyakan kepada dua institusi itu.

“Pesan Pak Kapolres MBD AKBP Dwi Bakhtiar melalui Kasat Reskrim, bagi warga MBD ketika mengalami hal serupa tolong konfirmasi perekrutan,”kata Kasat Reskrim Polres MBD, AKP Sulaiman kepada wartawan melalui sambungan selulernya.

Pernyataan AKP Sulaiman sekaligus menyikapi aksi Yakob Wolentery yang menipu puluhan warga MBD kalau ada penerimaan anggota Polisi lewat jalur khusus tanpa tes.

Wolentery yang mengaku ajudan Kapolda Maluku, meminta uang ratusan juta kepada orang tua anak yang diusulkan untuk jadi Polisi.

“Kalau ada informasi perekrutan Polisi tolong konfirmasi ke Kepolisian. Kalau TNI tolong konfirmasi ke TNI. Nah kalau dikonfirmasi ke oknum nanti dijadikan asas manfaat,” akunya.

Pesan Kapolres MBD AKBP Dwi Bakhtiar melalui Kasat Reskrim AKP Sulaiman menghimbau kepada masyarakat kalau menemui atau menemukan satu omongan atau ajakan bahkan mengetahui saja tolong konfirmasi.

“Ini agar mengambil langkah-langkah agar tidak terjadi korban yang banyak,”ingatnya.

Soal aksi penipuan Wolentery yang telah dilakukan, dia mengaku terjadi tindak pidana.

“Dimana seseorang (Wolentery) motifnya melakukan penipuan. Dia mengaku oknum Brimob sebagai ajudan Kapolda. Dia katanya diberikan tugas melakukan perekrutan anggota Brimob Perbatasan. Katanya tanpa tes,”bebernya.

Mantan Kapolsek Letti dan Pulau Pulau Terselatan ini membeberkan, korban penipuan rata-rata tidak paham.

“Jadi memang tinggal di kampung jadi terobsesi mereka-mereka ini. Sehingga berbondong-banding bilang beta punya anak ada. Nah dari komunikasi itu tolong kirim Rp 10 juta. Rp 50 juta. Dalam rangka bapa itu dan bapa ini. Tapi nama yang ditujukan untuk kirim uang semuanya fiktif,” terangnya.

Karena sudah niat, lanjut dia, sudah jadi modus sehingga nomor handphone susah dibuka.

“Hpnya sudah kasih rusak. Sehingga semua fakta-fakta dan petunjuk-petunjuk yang dibahas dalam hp gelap.Modusnya di manfaatkan beberapa tokoh agama. Ini ada beberapa pendeta yang jadi korban. Dia diperalat sekaligus jadi korban. Setelah kita kejar dan kumpul berapa orang uang yang disetor ratusan juta,” paparnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed