by

Songsong Pemilu 2024, PKB Berbenah & Tata Internal

-Politik-166 views

AMBON,MRNews.com,- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku pada tahun ini fokus dalam penataan struktur dan manajemen partai. Selain sebagai starting songsong Pemilu 2024 yang mana targetnya masuk tiga besar, tetapi juga manifestasi menuju partai modern di era revolusi industri 4.0.

Ketua DPW PKB Maluku Basri Damis menilai, Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) tahap II penting dilakukan sebagai bagian dari tugas konsolidasi PKB Maluku dan pengelolaan manajemen partai. Dimana keterlibatan generasi milenial sebagai ujung tombak peradaban dunia jadi target kedepan.

“2020 jadi tahun konsolidasi kita. Penataan infrastruktur partai harus rampung di tingkat DPC, DPAC maupun ranting. Kita juga akan mengevaluasi, membenahi dan menata kembali partai untuk kesiapan pemilu 2024. Maka Ketua, Sekretaris dan Kepala kantor DPC se-Maluku dihadirkan selaku pengelola,” ungkap Basri kepada awak media usai membuka Rakorwil di Amaris Hotel, Rabu (4/3/2020).

Diakuinya, PKB mulai membuka diri kepada generasi millenial untuk bergabung dalam dunia politik lewat PKB. Maka infrastruktur partai kedepan diharapkan millenial akan mewarnai struktur partai ditiap tingkatan. Sebab disadari mereka yang nantinya akan mengambil kendali partai.

“Kebutuhan infrastruktur teramat penting. Maka kita akan rumuskan pola menarik simpati millenial bisa bergabung ke PKB. Yaitu utamakan pengorganisasian partai berbasis android/online. Partai harus dikelola lebih modern. Media sosial peranannya penting dalam menjawab kebutuhan saat ini. Ini juga tantangan kita sebagai partai politik,” sebut Basri.

Pengelolaan partai berbasis online tambahnya, termasuk manajemen keuangan. Yang mana akan diterapkan dana kas abadi untuk saksi menghadapi helatan politik dari iuran anggota DPR. “Maka kita haruskan tiap anggota DPR memiliki HP android dan ada akun media sosial apa saja guna menjawab era 4.0 yang serba cepat,” jelasnya.

Semua itu lanjutnya, demi meraih simpati publik terutama generasi millenial. Sebab belajar dari pengalaman, PKB kehilangan kursi DPR-RI dan satu kursi DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu 2019 menjadi 25 dari sebelumnya 26 pada 2014 lalu. “Ini momentumnya untuk kita evaluasi dan susun strategi rebut kembali pada Pemilu 2024,” pungkas Basri. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed