by

Pemanfaatan Pastori Sinode GPM Harus Dirasakan Semua Umat

AMBON,MRNews.com,- Pemanfaatan Pastori harus dirasakan seluruh umat, baik melalui pelayanan pimpinan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) tetapi juga menjadi tempat kebaktian dan pelayanan pastoralia dan pelayanan kasih.

“Karena Pastori bukanlah rumah dinas tetapi rumah tempat tinggal dan tempat bergumul seorang pendeta termasuk Ketua Sinode,” tandas Ketua Umum MPH Sinode GPM Pdt. Elifas T. Maspaitella saat pentahbisan Pastori Sinode di Jalan Telukabessy, Kota Ambon, Jumat (11/6/21).

Bangunan Pastori ini kata Elifas, bukan dilihat dari lama dan barunya bangunan, tetapi tempat ini telah menjadi tempat terpilih Tuhan dengan segala kasih setia Tuhan pernah dialami orang yang pernah tinggal disini.

“Dengan diresmikannya Pastori ini, patutlah saya ucapkan terima kasih kepada semua Ketua Sinode yang pernah tinggal di bangunan lama sebelumnya. Pastori ini akan menjadi aset yang pemeliharaan dan perawatannya akan dikerjakan berkesinambungan sesuai peraturan barang milik GPM,” sebutnya.

Dari proses pengerjaan Pastori, Elifas mengaku, dirinya belajar dari warga gereja yang dengan rela dan ikhlas meninggalkan aktivitas penting untuk terlibat dalam pembangunan Pastori selama ini.

“Pastori ada dua lantai. Lantai dua memiliki tujuh kamar yang akan dikhususkan bagi para pendeta dari Klasis yang datang untuk hadiri kegiatan di Ambon dan bagi pendeta yang akan berobat,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Murad Ismail mengakui, membangun rumah Pastori sangat penting. Tetapi membangun warga jemaat yang berinteraksi secara harmonis sesama kelompok umat beragama lain juga adalah hal penting.

Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku kata Murad, mengajak GPM terus berpegang tangan dalam satu barisan bersama pemerintah, kelompok agama serta stakeholder lainnya bekerjasama dalam bingkai persaudaraan guna menghadapi Pandemi Covid-19.

“Membangun Maluku tidak bisa dibangun hanya satu pihak saja. Tapi harus ada kerjasama. Sebagai Gubernur, saya harap GPM terus mendukung dan menopang pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan,” tukas mantan Kapolda Maluku.

Ketua panitia pembangunan pastori Sinode GPM Edwin Huwae menambahkan, proses pembangunan pastori ini hingga tuntas dilakukan kurang lebih 1,5 tahun dengan menelan anggaran Rp 4 miliar, dari Pemda Maluku 2,5 miliar dan sisanya 1,5 miliar dari APB Sinode. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed