by

Pandemi Covid-19 Picu Peningkatan Transaksi Online

Jakarta,MRNews.com,– Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail menilai masyarakat semakin cerdas menggunakan platform digital ditengah pandemi Covid-19. Hal ini pun memicu peningkatan transaksi online.

Menurutnya dinamika teknologi diruang digital saat ini kian berkembang seiring dengan hadirnya internet. Bahkan, hal itu mendorong pengguna gawai lebih gencar bertransaksi secara online. Pasalnya Indonesia saat ini sedang bertransformasi secara masif.

“Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah peta perekonomian, namun juga kehidupan berbangsa dan bernegara. Situasi baru di Indonesia dan dunia yang terjadi saat ini adalah bentuk baru kehidupan masyarakat secara fundamental dan menjadi satu pola hidup yang berbeda dan berubah dari biasanya,” tuturnya saat mewakili Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam penutupan Indonesia Fintech Summit 2020 dari Jakarta, Rabu (25/11/20).

Mengutip data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai statistik pengguna internet tahun 2020, Ismail memaparkan adanya peningkatan jumlah pengguna internet sebesar 25,5 juta atau 8,9 persen dibandingkan tahun 2019.

“Masyarakat Telekomunikasi Indonesia atau Mastel juga terus melaporkan peningkatan pemanfaatan jaringan tetap internet atau fix internet broadband sebesar 28 persen pada quartal kedua tahun 2020,” ujarnya.

Mengenai transaksi penyedia jasa lending financial technology, mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ismail mencatat adanya transaksi sebesar Rp 128,7 Triliun.

“Dengan tingkat pertumbuhan year-on-year mencapai 113 persen pada September 2020. Selain itu, Bank Dunia memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima dengan PDB USD9.100 Miliar pada tahun 2045 mendatang,” ungkapnya.

Ismail menegaskan adanya peningkatan pemanfaatan internet tersebut berbanding lurus dengan data transaksi ekonomi digital yang juga melesat naik. Bahkan, Bank Indonesia sebagaimana dikutip harian Kompas, mencatat realisasi transaksi uang elektronik sebesar 127 Triliun Rupiah hingga Agustus 2020.

Capaian itu menunjukkan posisi strategis pemanfaatan teknologi untuk menunjang pemulihan dan percepatan ekonomi Indonesia. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam menempuh pendekatan kesehatan dan ekonomi secara paralel melalui penerapan gas dan rem kebijakan.

Lebih lanjut Ismail memaparkan hasil riset Financial Times yang menunjukkan pendekatan gas dan rem yang ditetapkan Indonesia berhasil dengan baik.

Menurutnya Indonesia menjadi salah satu dari negara dikawasan Asia yang berhasil mengembangkan penanganan pandemi Covid-19, sembari menjaga kestabilan perekonomian seperti negara-negara yang lain yaitu Jepang, Vietnam dan Korea Selatan.

“Menyadari kebutuhan dan potensi yang ada, Presiden Joko Widodo memberikan mandat untuk melakukan percepatan transformasi digital yang diimplementasikan oleh Kementerian Kominfo,” tegasnya.

Ismail menilai, dalam upaya optimalisasi ekosistem ekonomi digital, perlu dilakukan peningkatan indeks inklusi dan literasi keuangan, serta peningkatan peran finansial teknologi.

Oleh karena itu, menurutnya kegiatan ekonomi digital memiliki peran yang sangat strategis dalam perwujudannya.

“Terlebih dengan adopsi pemanfaatan teknologi digital yang semakin masif melalui empat prioritas kebijakan transformasi digital tersebut akan dilakukan kolaborasi yang bernafaskan semangat transformasi kita dapat diwujudkan melalui pengembangan industri ekonomi digital yang inklusif, produktif, dan solutif,” ungkapnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed