by

Kuti Kata; SENDENGKANLAH TELINGAMU (Mzm. 130:1-8)

AMBON,MRNews.com,- “Pengajarang orangtotua tuh jua akang ujung-ujung tuh ajar parcaya par Tuhan” (=nasehat orang tua itu pada intinya mengenai percaya kepada Tuhan).

“Tempo-tempo lai, su musti basaro par Antua sa” (=sejak awal sudah harus berdoa/sampaikan segala perasaan hati kepada Tuhan saja). “Paleti deng nanala” (=berdoa/memohonlah dengan sungguh-sungguh).

“Minta Antua, sendeng talingang dengar beta pung sumbayang” (=minta Tuhan miringkan telingaNya mendengar doaku).

“Sendengkanlah telingaMu, Tuhan” (=miringkanlah telingaMu, Tuhan). Ungkapan ini menggambarkan “Antua ada dekat-dekat sa nih” (=Tuhan ada dekat saja).

“Jang basaro sama orang ada di tanah lapang yang bataria dari ujung ka ujung” (=jangan berdoa dengan suara nyaring seperti berada di tengah lapangan dan berteriak dari ujung lapangan satu ke ujung lainnya).

“Minta Antua sendeng talingang, la bisi-bisi palang-palang sa” (=minta Tuhan miringkan telingaNya, dan berbisiklah kepadaNya).

“Antua dekat-dekat sa” (=Tuhan itu dekat), “tagal itu jang pi jao-jao dari Antua” (=karena itu jangan menjauhiNya). “Jang pi lama-lama baru pas tatumbu la bale” (=jangan meninggalkanNya dan nanti kembali ketika mengalami masalah).

“Saban hari tuh musti datang par Antua la paleti deng nanala” (=setiap hari harus datang kepadaNya dan berdoa sungguh-sungguh).

“Antua pasti sendeng Antua talingang par dengar, la Antua pasti jawab” (=Tuhan pasti memberi telingaNya untuk mendengar dan pasti menjawabnya).

“Kalu su minta Antua sendeng Antua pung talingang, itu pratanda mau minta apa sa, tinggal bilang, su seng malu ka mulu barat lai” (=jika sudah memintaNya memiringkan telingaNya, itu tandanya mau minta apa saja, mintalah, tidak lagi malu untuk berkata-kata/memohon).

“Jadi ingatang, dari dolo orangtotua su ajar, Tuhan tuh dekat sa, jadi jang balari dari Antua” (=jadi ingatlah, sejak dahulu kita diajari bahwa Tuhan itu dekat, jangan menjauhiNya).

“Coba bayang, kalu Antua cuma sendeng talingang, mo brarti katong tinggal bisi-bisi toh” (=coba bayangkan, jika Tuhan hanya memiringkan telingaNya maka kita hanya tinggal berbisik kepadaNya).

“Minta Tuhan sendeng talingang, itu sama parsis anana datang la bisi-bisi di papa pohong talingang toh?” (=Minta Tuhan memiringkan telingaNya, ibarat anak datang kepada papanya dan berbisik tepat di telinganya).

“Jadi ingatang paskali, Antua seng jao” (=jadi ingatlah, Tuhan tidak jauh).

“Paleti minta Antua sendeng talingang, la bisi-bisi sa: “Tuhan e, Jang lapas tangang e dari katong dalang dunya pono cobaan nih.

Korona ada papar sana-sini nih, jadi kasih kuat katong e.” (=Berdoalah minta Tuhan miringkan telinga lalu berbisiklah: “Tuhan, jangan lepaskan tanganMu dari kami di tengah dunia yang penuh cobaan ini.

Virus Corona sedang melanda di mana-mana, tetap kuatkan kami).

Salamat Konci Usbu
Salamat Hari Pramuka

Sabtu, 14 Agustus 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed