by

Wawali “Warning” 69 Kepsek di Ambon Soal Ini

AMBON,MRNews.com,- Pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) defenitif baik tingkat SD maupun SMP di Kota Ambon akhirnya dilakukan Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler terhadap 69 orang, Kamis (16/12).

Pada kesempatan itu, Hadler memberi sejumlah warning keras kepada 57 Kepsek SD dan 12 Kepsek SMP. Salah satunya terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mesti dikelola sesuai peruntukannya, dan tidak disalahgunakan.

“Jangan sekali-kali bermain dengan dana BOS. Sebab bisa jadi masalah hukum nanti, jika dana BOS disalahgunakan. Tanamkan motivasi jadi Kepsek bukan karena dana BOS. Sebab dana BOS itu hanya stimulus dan upaya pemerintah membantu sekolah dan siswa,” ingatnya di Tribun Lapangan Merdeka Ambon.

Menjadi seorang kepala sekolah, kata dia,
untuk mengabdi dan mencerdaskan anak bangsa. Sebab maju tidaknya pendidikan di daerah dan bangsa, kuncinya di Kepsek, guru dan siswa.

“Saya tidak mau dengar setelah ini ada masalah. Jadikan diri sebagai pemimpin, orang tua dan teman bagi sesama. Jika itu mampu dilakukan, sekolah akan maju, sehat dan siswanya cerdas,” pesan Wawali.

Menurutnya, pergeseran jabatan itu biasa dalam suatu organisasi. Namun penting
maknai sebagai tanggungjawab yang diberikan dan harus emban dengan baik.

“Jadikan sekolah itu sebuah keluarga kecil. Ciptakan harmonisasi, rasa tentram, aman dan nyaman, serta lingkungan yang sehat antara Kepsek dan Guru, bersama orang tua dan siswa,” ucap politisi PPP itu.

Kota Ambon saat ini masuk dalam satu dari 100 kota cerdas atau smart city di Indonesia. Bagi Hadler, Ambon cerdas berkaitan dengan pendidikan.

“Pendidikan memiliki peran penting karena menjadi indikator kinerja dan dalam indeks pembangunan manusia,” urainya.

Pada tahun 2020, indeks pembangunan manusia Kota Ambon diakui Hadler, berada diangka 80,84 persen, dibawah DKI Jakarta, 81,89 persen.

Hal ini harus diambil sebagai dorongan dan motivasi memacu pendidikan lebih maju. Juga soal tingkat harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

“Harapan lama sekolah capai 16 tahun dan rata-rata lama sekolah ada diangka 12 tahun. Ini jadi beban bagi dinas. Sebab itu akan berpengaruh banyak hal, apakah usia harapan hidup maupun SDM suatu daerah. Saya minta ini jadi perhatian Kepsek yang baru dilantik,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed