by

Urai Kerumunan, Dukcapil Ambon Petakkan Waktu Pengurusan Adminduk

AMBON,MRNews.com,- Pasca penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dan guna mengurai kerumunan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon pun membuat penyesuaian dengan memetakan waktu pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk).

Kadis Dukcapil Ambon Marsela Haurissa katakan, sebenarnya pihaknya berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan sistem administrasi berbasis online, yang rencananya Senin besok 5 Juli, sudah bisa layani pengurusan dokumen kependudukan.

“Hanya karena ada berbagai kendala teknis, salah satunya belum dapat domain dan password untuk aktifkan akses dari dinas Kominfo-Sandi Kota Ambon, sehingga pelayanan secara online masih harus tertunda,” jelas Haurissa kepada media ini via seluler, Minggu (4/7).

Meski demikian, akuinya, secara offline sudah diatur semaksimal mungkin agar bisa berjalan besok dengan membagi jadwal pelayanan, yakni hari Senin pelayanan e-KTP, Selasa untuk Kartu Keluarga (KK), Rabu itu akte kelahiran, Kamis ialah pengambilan KK dan Jumat pengambilan akte.

“Memang didepan kantor kita sudah buat spanduk pengumuman pengaturan jadwal seperti itu. Tapi setelah kita pikir-pikir dan evaluasi intensitas orang mengurus KTP banyak setiap harinya, maka kita menambah waktu untuk pelayanan e-KTP menjadi Senin, Rabu dan Jumat,” tandasnya.

Apalagi standar Dukcapil untuk cetak e-KTP menurut Haurissa, setiap harinya 150 keping, maka tetap jalan dengan target itu.

“Awal Pandemi Covid-19 hanya 100. Tapi berbagai pertimbangan karena ada sehari libur, katong jalan 150, dengan tiga hari pelayanan,” ujarnya.

Dikatakan, pengaturan jadwal seperti itu tidak menggangu pelayanan yang tetap jalan seperti biasa hingga jam 2 siang. Hanya saja waktu pendaftaran dibatasi sampai jam 12 siang.

“Dia sudah berlaku dari awal Pandemic 2020 lalu. Cuma karena melihat frekuensi warga banyak maka katong sesuaikan sampai selesai dengan jumlah masyarakat. Tapi untuk pendaftaran katong pakai batas agar waktu sisa katong bisa kerja, sebab besoknya sudah bisa musti ambil,” paparnya.

Bagi Haurissa, langkah ini harus dilakukan. Sebab petugas Dukcapil juga harus dijaga kondisi kesehatannya agar tidak sakit dan terpapar Covid-19. Sebab juga berkaca dari tahun lalu ketika banyak petugas Dukcapil yang dihantam Covid-19.

“Tahun lalu 23 pegawai saya terpapar. Maka kita harus jaga jangan sampai mereka drop dan kejadian yang sama terulang. Ini juga agar membuat masyarakat terhindar dari Covid-19, demikian juga kita petugas. Maka protokol kesehatan, pakai masker sangat penting,” ingatnya.

Kebijakan ini menurutnya, akan berlaku sampai mungkin posisi kota Ambon berakhir dengan PPKM skala mikro dan sudah bisa kembali ke zona aman, zona kuning.

“Sekarang kan di zona orange dan kemungkinkan bisa ke zona merah. Kita berlakukan ini sampai PPKM skala mikro selesai dan Ambon kembali ke zona kuning dengan mengurai kerumunan guna hindari penyebaran Covid-19,” pungkas Haurissa. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed