AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy melalui Asisten I bidang Tata Pemerintahan, Mien Tupamahu berpandangan, sosialisasi delapan (8) fungsi keluarga yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, merupakan kepedulian Pemkot Ambon untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitas dan berkarakter.
“Karenanya, lewat sosialisasi ini, diharapkan agar semua keluarga di kota Ambon dapat menanamkan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai yang ada pada 8 fungsi keluarga sehingga semua keluarga menjadi harmonis, sejahtera dan religius,” tandas Tupamahu ketika membuka sosialisasi tersebut dengan menghadirkan Direktur Bina Keluarga Remaja BKKBN RI, Eka Ediningsih dan perwakilan Lembaga Sensor Film (LSF) RI, Citra di Aula Kampus PGSD, Kamis (3/5).
Pasalnya, menurut Tupamahu, peran keluarga sebagai lembaga masyarakat terkecil dirasakan menjadi semakin penting. Sebab sebagai lembaga masyarakat yang pertama dan utama, dimana manusia mulai mengenal peradaban dunia, keluarga memiliki peranan sangat besar dalam menentukan nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Keluarga juga merupakan wahana pengendalian dan penyesuaian nilai-nilai sosial. Selain itu keluarga juga tempat perlindungan bagi anggota-anggotanya dari berbagai ancaman yang bersifat fisik serta non fisik. Karenanya, keluarga harus mengerahkan segenap daya dan upaya serta memanfaatkan seluruh potensinya agar dapat mencukupi segala kebutuhan hidup anggotanya. Keluarga juga harus berikhtiar untuk selalu menciptakan suasana aman, tentram dan nyaman di rumah.
“Guna optimalisasi fungsi keluarga, perlu meningkatkan ketahanan keluarga, yakni kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-material dan psikis-mental spiritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarga untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir batin,” paparnya.
Dalam pembangunan keluarga sejahtera, tambah Tupamahu, upaya-upaya kearah optimalisasi pelaksanaan fungsi keluarga memiliki kedudukan sangat strategis. Karena hal itu merupakan serangkaian upaya menumbuhkembangkan 8 fungsi keluarga yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta pelestarian lingkungan
Selain itu, menurutnya, pengendalian pertumbuhan penduduk dapat dilaksanakan melalui perwujudan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera sehingga terjadi keseimbangan antara jumlah penduduk, daya dukung lahan dengan lingkungan. Karenanya, program KB sangat erat kaitannya dengan hal itu, dimana sasaran akhir program KB bukan hanya jumlah anak saja melainkan juga mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
“Tidak dapat disangkali bahwa kehidupan keluarga seringkali mendapat ancaman, tantangan, hambatan maupun gangguan yang senantiasa dapat menggoyahkan eksistensi keluarga. Seringkali ditemui, banyak keluarga yang hancur akibat perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, miras, narkoba dan masalah sosial lainnya. yang jika tidak segera diatasi, akan membawa malapetaka bagi keluarga,” tutupnya. (MR-05)











Comment