by

Sempat Dihadang, Pasar Mardika Akhirnya Dibongkar Pemkot

AMBON,MRNews.com,- Meskipun sempat dihadang pedagang dan sejumlah mahasiswa yang sejak semalam menginap, namun pemerintah kota (Pemkot) Ambon akhirnya tetap melakukan pembongkaran terhadap lapak-lapak areal gedung putih Pasar Mardika, Kamis (24/6).

Pembongkaran itu untuk kepentingan revitalisasi pasar Mardika untuk menjadi pasar lebih modern dari sekarang, yang prosesnya direncanakan akan dimulai dalam waktu dekat.

Seyogyanya, pedagang mendukung proses revitalisasi namun mereka bersikeras tidak mau direlokasi ke pasar Transit Passo dan meminta disediakan lokasi dipusat kota untuk berdagang sementara.

“Kami menolak direlokasi ke Pasar transit Passo. Sambil menunggu revitalisasi pasar Mardika selesai. Kita disini mau dipindahkan ke pasar yang layak,” tandas Ca Nona, pedagang yang lapaknya ikut dibongkar.

Penolakan relokasi ke pasar transit Passo menurutnya, karena sangat jauh dari pusat Kota. Sehingga ditakutkan barang mereka menjadi busuk dan mengalami kerugian yang besar akibat sepi pembeli.

“Intinya kami semua yang lapaknya dibongkar tidak mau direlokasi ke Passo. Itu saja yang kami tuntut. Kita tidak menolak pembongkaran. Malah kami mendukung. Tapi pindakan kita ditempat yang layak, ” sebutnnya.

Dirinya lantas meminta Walikota Ambon Richard Louhenapessy yang berjanji akan berkoordinasi dengan Gubernur Maluku Murad Ismail untuk lahan kosong taman Victoria bisa ditempati sementara oleh pedagang sambil menunggu revitalisasi.

“Waktu kita demo 7 Juni lalu, Walikota mengaku akan bicara dengan pak Gubernur. Tapi nyatanya alat berat sudah datang membongkar lapak kita. Bahkan tidak kompromi dengan kami,” sesalnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, SirJohn Slarmanat memastikan pembongkaran berjalan lancar, sebab pedagang juga mendukung.

“Ada kendala memang, tapi pasti diselesaikan. Karena pada dasarnya mereka mendukung,” akuinya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon Melianus Latuihamallo menambahkan, hari pertama ini pihaknya turunkan Loader untuk membongkar lapak sekitar gedung putih.

“Nanti sore rencananya kita akan turunkan dua eksafator untuk pembongkaran gedung. Pembongkaran gedung putih akan menggunakan dua alat berat jenis eksafator.

Dia mengaku, tidak mungkin pembongkaran gedung putih bisa terselesaikan dalam sehari. Kemungkinan itu akan berlangsung selama seminggu gedung dimaksud sudah ratah dengan tanah.

“Gedung ini luas sekali. Kita akan pakai dua eksafator. Jadi kemungkinan satu minggu baru bisa ratah dengan tanah. Apalagi pedagang didalam juga masih angkut barangnya,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed