by

Satu Pelaku Pembunuhan di JMP Ternyata Masih Dibawah Umur

AMBON,MRNews.com,- Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease terus melakukan pengembangan kasus pembunuhan terhadap Firman Ali alias La Tolle (20) yang dibuang dibawah Jembatan Merah Putih (JMP), Kamis (19/8) yang dilakukan dua orang tersangka, R dan A.

Bahwa ternyata salah satu tersangka yaitu RB adalah berusia 16 tahun alias masih dibawah umur. Sedangkan rekannya inisial AP 5 tahun lebih tua darinya atau 21 tahun.

“Kedua tersangka diamankan hari ini jam 08.30 Wit, usai polisi melakukan komunikasi dengan keluarga tersangka soal posisi keduanya ada di Desa Seith Kecamatan Leihitu. Salah satu tersangka masih dibawah umur,” jelas Kombes Pol Leo SN Simatupang di Mapolresta Ambon, Jumat (20/8).

Ketika diringkus, pihaknya kata Leo, mengamankan satu kendaraan yang digunakan tersangka dan korban diwaktu kejadian.

“Tersangka hanya ada dua ini, tidak ada tambahan tersangka lain. Keduanya merupakan tetangga korban yang juga tinggal di Waiheru dan tukang ojek,” urainya.

Akibat perbuatan kedua tersangka membuat hilangnya nyawa Firman. Sebab itu polisi mensangkakan keduanya melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kami lagi kembangkan dengan lengkapi keterangan saksi pendukung lain dan saksi ahli apakah bisa menuju pasal 340 KUHP atau tidak dengan ancaman penjara seumur hidup,” beber Leo.

Dijelaskan Leo, awal mula penganiayaan hingga terbunuhnya korban lantaran ketiganya lebih dahulu mengkonsumsi minuman keras (Miras) di hotel Sahabat kawasan PGRI bersama satu rekan lain sebagai pemilik kamar hotel.

Disaat itulah terjadi kesalahpahaman diantara ketiganya. Usai Miras, ketiganya berencana kembali ke rumah korban di kawasan Waiheru dengan berboncengan pada satu motor.

Setiba di JMP, mereka berhenti diatas JMP dan terlibat cek cok dengan tersangka A berujung penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka.

“Korban dipukuli diatas JMP dan pingsan. Untuk hilangkan jejak, dua tersangka lalu melempar korban kebawah JMP. Kejadian kira-kira Kamis jam 03.00 WIT. Harapannya korban mungkin masuk ke air tapi tersangkut di fondasi tiang JMP. Korban ditemukan kemarin siang jam 10.30 Wit,” beber Leo.

Pemilik kamar hotel sebutnya, menjadi saksi dan dijadikan petunjuk awal sehingga para tersangka bisa ditangkap. Soal ada tidaknya pelaku lain selain kedua tersangka masih didalami penyidik.

“Kemungkinan adanya pelaku lain masih didalami. Sementara kedua tersangka. Yang dari pengembangan menganiaya korban dengan kunci motor dijepit ditangan salah satu tersangka dan membuat luka korban hingga pingsan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed