by

Sairdekut : Hak Relawan Harus Dibayar

AMBON,MRNews.com.- Ketua Tim Penanganan Covid-19 DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut menegaskan, apapun masalahnya namun yang berkaitan dengan hak tenaga relawan Covid-19 yang ditangani Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan mesti segera dibayarkan.

Menurut politisi Partai Gerindra, mesti ada penjelasan dari Dinas Kesehatan terkait belum dibayarkannya uang makan dan transportasi 10 tenaga relawan swaber dan treacer posko Covid-19 .

“Saya memang belum melihat SK yang ditandatangani oleh pak Gubernur namun namanya hak harus segera dibayarkan ” ujar Sairdekut di DPRD Maluku, Rabu (10/11).

Karena itu, dalam waktu dekat Tim akan mengagendakan pemanggilan Dinas Kesehatan Maluku untuk meminta penjelasan terkait belum dibayarkannya uang makan dan transportasi 10 tenaga relawan .

“Kan ada 35 tenaga relawan tapi yang belum dibayarkan 10 orang. Ini yang perlu kita tanyakan” ujar Sairdekut.

Seperti diketahui, sesuai putusan Gubernur Maluku kurang lebih 35 tenaga cluster kesehatan dalam penanganan penanganan Civid-19 lingkup Dinkes Maluku tahun 2021, namun masih terdapat 10 relawan yang selama enam bulan hingga saat yang belum diberikan haknya berupa uang makan dan transportasi.

Diketahui perekrutan dibulan Januari dan Febuari 2021, dengan perjanjian tidak dibayar dalam bentuk insentif atau honor, tapi dibayar per hari sebesar Rp 150 ribu sebagai pengganti uang transpot.

“Awalnya mereka (Dinkes) sepakat akan memberikan setiap hari sebesar Rp 150 ribu sebagai penggati uang transpot, tapi kenyataan pembayaran itu dilakukan setelah empat bulan kami bekerja,”pungkas relawan.

Setelah empat bulan pembayaran, pihak Dinkes kembali melakukan perubahan nominal pembayaran yang tadinya Rp 150 ribu naik menjadi Rp 220 ribu, sebagai penambahan uang makan, pagi, siang dan malam, termasuk uang transpot.

Namun setelah empat bulan pembayaran hingga bulan berjalan, tugas dan tanggung jawab relawan bekerja full siang hingga malam hari, dengan menggunakan uang pribadi sebagai ongkos kerja sehari-hari. Tapi sampai enam bulan terakhir hak-hak relawan juga belum diberikan.

Saat relawan mempertanyakan hak-hak mereka, anehnya pihak Dinkes meminta untuk membuat laporan padahal sebelumnya tidak pernah diminta dan setelah diikuti semua, Dinkes kembali beralibi dengan alasan absensi relawan dan sejumlah alasan untuk sengaja mengulur-ulur waktu pembayaran.

“Kami diminta buat itu ini dan kami juga sudah penuhi itu semua, tapi kenapa hak-hak kami belum juga dibayarakan, padahal kami sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawab kami sehari-hari sesuai arahan dan kalau mereka hanya beralasan absen sampai titik terang pun mereka tinggal putar sana putar sini,”beber relawan. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed