AMBON,MR.- Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Golkar Maluku, Subhan Pattimahu mengaku, selain buka puasa, juga dilakukan sholat Magrib berjamaah sebagai rangkaian safari Ramadhan. Manakala, keberadaan DPD Golkar Maluku bersama masyarakat RT 06/RW 017 di Masjid Nurunisa, Air Besar desa Batu Merah ini merupakan lokasi keenam selama bersafari Ramadhan.
Pasalnya safari Ramadhan selain wahana silaturahmi DPD Golkar Maluku yang rutin dilakukan di bulan Ramadhan, tetapi juga upaya mendekatkan partai ke masyarakat di Kota Ambon dan Maluku karena terus mendukung Partai Golkar selama ini bagi pembangunan daerah dan bangsa serta mendekatkan pasangan Cagub-Cawagub Maluku nomor urut 1, Said Assagaff-Andre Rentanubun (SANTUN) ke masyarakat.
“Terutama dalam kepentingan mendekatkan pasangan Cagub-Cawagub Maluku nomor urut 1, Said Assagaff-Andre Rentanubun (SANTUN) kepada masyarakat. Dengan harapan, semoga tahun 2018 di Pilkada Maluku dan Pemilu tahun 2019, SANTUN dan partai Golkar terus mendapat kepercayaan penuh masyarakat. Langkah bersafari dimana juga kepedulian bagi sesama sebagai upaya memaknai puasa Ramadhan dalam semangat untuk bersihkan hati dan bertutur kata yang SANTUN di bulan mulia guna menggapai Ridha Ilahi,” tutur Ketua AMPG Maluku itu di halaman masjid Nurunisa, Sabtu (2/6/2018).
Sementara itu, Ustad Arsal Tuasikal dalam Tausiyah Ramadhan mengatakan, untuk menjadi pemimpin, seseorang harus memiliki integritas moral yang kuat (adab, sikap, karakter mulia) dan keSANTUNan. Tanpa memiliki satu saja apalagi tidak memiliki semuanuya, sudah pasti akan gagal sebagai pemimpin.
“Orang kalau jadi pemimpin harus jaga keSANTUNannya, adabnya.
Ini bukan masalah kebenaran, tapi soal kesantunan, adab, integritas moral yang utama.
Karena puasa juga membentuk dan menjaga adab kita,” ungkap Tuasikal sebelum buka puasa bersama warga.
Pasalnya menurut Tuasikal, adab, integritas moral, keSANTUNan itu sesuatu yang utama yang diajarkan oleh Allah SWT. Maka bila kehilangan adab, maka manusia akan menjadi kurang ajar, tidak tahu aturan dan tidak berjalan di jalan Allah.
“Dalam Islam pun mengajarkan kita untuk memilih pemimpin yang adab, memiliki keSANTUNan dan integritas diri.
Ukurannya nanti di bulan syawal ke 2. Ketakutan kepada Allah SWT, harus mampu mengalahkan apapun yang ada.
Menahan diri dari nafsu, makan, lapar itu bagian dari tantangan, ujian iman agar puasa kita diterima Allah,” ajak Tuasikal. (MR-05)












Comment