by

Polresta Ambon Amankan Calo & Jukir Ilegal di Mardika

AMBON,MRNews.com,- Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease mengamankan sebanyak 13 calo dibeberapa jalur angkot dan juru parkir (Jukir) ilegal yang biasanya beroperasi di kawasan pasar Mardika, Jumat (11/6).

Kasubag Humas Polresta Ambon Ipda Izak Leatemia mengaku, operasi preman dengan lokasi terminal dan pasar Mardika dilakukan pihaknya menyusul adanya instruksi Presiden melalui Kapolri untuk memberantas premanisme dan sejenisnya didaerah.

“Operasi yang melibatkan unit Opsnal dan unit Inafis itu dipimpin Kanit Opsnal Ipda Hendrigo. Hasilnya tim mengamankan total 13 Calo angkot dan Jukir ilegal,” tandas Leatemia kepada awak media, Minggu (13/6).

Dari ke-13 orang tersebut, kata Leatemia, satu diantaranya adalah seorang wanita paruh baya Fince Manakuty (65) yang kesehariannya sebagai pedagang di pasar Mardika.

“12 orang lain yang Calo angkot dan Jukir ilegal itu profesi mereka beragama mulai dari tukang ojek, sopir angkot, buruh kasar, penjual ikan hingga pengangguran,” ungkap mantan Wakapolsek Nusaniwe itu.

Adapun identitas mereka akui Leatemia masing-masing Ipul S Haji Ali (57); sopir angkot, Fauzi Tuaputty (23); Tukang Ojek, Mesak Titipoly, Ridwan Tuanany (40), Simon Tetikay (45); wiraswasta, David Eduar Serna (32); wiraswasta, Poly Mustamu (51),

Kemudian, Revan Yabloy (28), Semuel Wiljam Tuanakota (41); supir angkot, Hasbi Sangaji (28); Wiraswasta, Ridolof Sopacua (23); buruh kasar dan Yohan Pattiasina (18): pedagang.

“Saat digelandang dari Mardika, para Calo dan Jukir ilegal itu diamankan di Mapolresta Ambon untuk pendataan dan interogasi oleh unit Inafis. Untuk hasil calo yang didapat dari setiap mobil sebesar Rp.1000-Rp.2000 selama mobil angkot masih mencari penumpang didalam terminal Mardika,” bebernya.

Sesuai hasil interogasi sambung Leatemia, sebagian besar mereka tidak memiliki identitas berupa KTP dan KK. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed