by

Pemkot Ambon Terima Kunjungan 16 Pasisdikreg Seskoad TNI AD

AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 16 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasisdikreg) Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Seskoad) TNI AD mengunjungi Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (24/4). Mereka bertemu dengan Walikota Ambon, Wakil Walikota, Sekretaris Kota dan seluruh pimpinan OPD Pemkot, selain untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), tetapi juga guna menggali informasi tentang masalah dan kendala di kewilahayaan terutama menganalisis kerawanan Pilkada.

“Inti dari Pasisdikreg LVI Seskoad TNI ini, melaksanakan KKL dalam negeri studi wilayah ketahanan adalah untuk menggali sampai sejauh mana BIMTEK yang dilaksakan Komando Kewilayahaan di daerah. Khususnya dalam mewujudkan sinergi antara komando kewilahayaan dengan pemerintah daerah dan Polri dalam menghadapi Pemilukada serentak tahun 2018 dan Pemilu 2019,” ungkap Dankorsis TNI AD, Kolonel Suratno kepada media usai pertemuan di ruang rapat lantai 2 Balaikota Ambon.

Kota Ambon kata Suratno, dipilih untuk studi tersebut karena merupakan daerah yang pernah terjadi konflik sosial. Selain itu, ada beberapa kegiatan dalam Pilkada Maluku juga terpusat di Ambon, karena sebagai ibukota provinsi. Apalagi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dalam beberapa kesempatan memaparkan Kota Ambon, Maluku masuk dalam salah satu daerah kerawanan Pilkada.

“Kita akan melihat apakah asumsi yang disampaikan Bawaslu bahwa Ambon mempunyai tingkat kerawanan Pilkada yang tinggi. Tetapi pada kenyataannya ketika sampai disini tidak demikian. Artinya kondisinya sudah jauh kondusif dibandingkan konflik beberapa tahun lalu. Sekarang sudah baik, aman dan relatif nyaman untuk pelaksanaan Pilkada dan Pemilu Presiden 2019 nanti,” paparnya.

Memang menurut Suratno, masalah keamanan sebenarnya domain dari pihak kepolisian, tetapi TNI melalui Kodim 1504 tugasnya memback-up. Disinilah nanti bagaimana Kodim mewujudkan keamanan ini, bekerjasama atau bersinergi dengan dua pilar lainnya, pemerintah daerah dan kepolisian. Apalagi bukan saja siswa tapi juga ada Patun, Pangkorlap, serta pakar penelitian yang akan mendampingi bagaimana menganalisa terhadap data di lapangan.

“Hasil studi ini nanti akan kita angkat dalam seminar nasional, temanya adalah menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Isu yang lain ada, tapi tidak dominan, lebih difokuskan ke Pilkada. Intinya TNI siap memback-up Pilkada agar berjalan aman dan lancar, dengan bersinergi bersama pemerintah dan Polri. Siswa paling junior yang hadir angkatan 2004 dan senior angkatan 1995,” beber Suratno.

Sementara itu, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler mengungkapkan,

Pasisdikreg Seskoad yang datang melihat langsung kondisi kota Ambon, membuktikan apa yang diprediksi Bawaslu pusat, tingkat kerawanan Pilkada paling tinggi juga di Maluku ternyata fakta di lapangan tidak ada. Bahkan, tidak ada gejala atau tanda-tanda yang mengarah kepada gangguan yang bisa menimbulkan kerawanan sosial di Kota Ambon khususnya.

Kehadiran mereka juga tambah Wawali, bisa menjadi informan kepada nasional dan dunia, bahwa kota Ambon aman. Dan itu pula merupakan salah satu misi kunjungan siswa Seskoad itu ke Ambon. Pasalnya mereka datang, melihat kemudian mempelajari lalu akan diseminarkan, dan hasilnya kemudian yang akan menjadi konsumsi publik di Indonesia bahkan dunia.

“Pasis ini khan merupakan calon pemimpin/calon jenderal di TNI AD, sebagaimana yang sudah disampaikan pa Walikota. Sehingga saya kira harapan kita mereka ada di Ambon, selanjutnya ada di daerah lain, mungkin besok-besok lagi mereka akan menduduki posisi penting di negara ini. Jangan lupa Kota Ambon,” tutup Hadler. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed