AMBON,MRNews.com,- Klasis Kota Ambon (KKA) melakukan pastoral politik dan pergumulan terhadap warga gereja yang berdiam di wilayah klasis, yang berproses sebagai calon anggota legislatif (Caleg) baik DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota guna menuju pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, di Gereja Maranatha, Senin (29/10/18) sore.
Usai acara itu, Ketua Klasis Kota Ambon, Pendeta Nick Rutumalessy kepada wartawan mengaku, pertama, sesuai arah Renstra hasil turunan PIP/RIPP GPM, ada tugas gereja untuk lakukan penguatan karakter politik keluarga gereja dan klasis kota justru menginisiasi itu di momen menghadapi Pileg dengan penguatan karakter politik bagi semua Caleg yang berdiam di klasis Kota Ambon baik Kabupaten/ Kota, Provinsi, DPR-RI maupun DPD. Hal kedua, ada wilayah yang tidak bisa dimasuki oleh Gereja secara kelembagaan tetapi bisa dimasuki Gereja sebagai perorangan dan itu dilakukan nanti oleh teman-teman secara personal selaku Caleg. Dan karena itu kepentingan gereja adalah menyiapkan mereka untuk menjadi warga gereja yang memiliki tanggungjawab pekabaran Injil.
“Intinya kalau kita menyiapkan teman-teman ini, tidak dalam kepentingan memperjuangkan aspirasi gereja, sama sekali tidak. Tapi kita menyiapkan mereka untuk menjadi kader gereja yang memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga dimanapun mereka ada, mereka tidak terjebak dalam seluruh lingkungan politik yang justru dapat menghancurkan moral dan etik mereka sebagai warga gereja. Kita berkepentingan sebetulnya membuat mereka tidak kosong pergi menjadi Caleg, tapi kita mengisi, mendampingi dan menguatkan mereka sehingga dimanapun ada, mereka tahu bahwa mereka sedang mengerjakan tugas-tugas pekabaran injil,” tegasnya.
Oleh karena itu lewat pastoral politik bagi warga Gereja, diharapkan Rutumalessy, ketika didampingi seperti ini, dikuatkan dan secara kelembagaan klasis melakukan ibadah khusus untuk mengutus mereka memasuki wilayah itu, maka mereka akan memiliki karakter kuat sebagai politisi-politisi Kristen. Dan itu tidak dalam kepentingan berjuang bagi orang Kristen, tapi berjuang bagi kepentingan masyarakat. Bahwa mereka adalah warga gereja dan karena itu wilayah yang akan dimasuki untuk merebut konstituen adalah wilayah-wilayah gereja juga.
“Dengan menyiapkan mereka, maka seluruh keutuhan jemaat-jemaat, negeri-negeri kita itu akan tetap terjaga. Karena mereka tahu, mereka sedang berjuang bersama sebagai sebuah persekutuan dan karena itu siapa pun nanti terpilih itu tidak akan meninggalkan hutang-hutang dan beban beban atau emosi-emosi tersisa sebagai bagian dari kontestasi politik. Menyiapkan seluruh kader-kader warga GPM terlibat langsung di dunia politik itu yang belum kita lakukan maksimal dan ini yang mau coba kita lakukan secara tertata dengan baik,” tukasnya.
Sebetulnya tambah Rutumalessy, ada banyak sekali kader gereja, para politisi Kristen bekerja sangat efektif dan sungguh tapi itu hanya mereka lakukan sebagai bagian dari ekspektasi mereka secara pribadi terhadap bagaimana tugas tugas dan tanggung jawab berpolitik itu. Gereja punya tugas menyiapkan mereka untuk menjadi anggota gereja yang memiliki kualitas. Soal nanti pertarungan politik, bagaimana mereka berkiprah, dengan proses ini mereka sudah memiliki kekuatan secara moril untuk pergi dan melakukan tugas-tugas itu.
“Dengan proses ini, bahwa kemudian ada yang tidak terpilih dan terpilih itu biasa saja dalam suatu pertarungan. Juga nantinya ada yang melakukannya dengan benar maupun yang tidak benar, itu tetap terbuka saja, tetapi teman-teman ini tidak pernah akan merasa lagi bahwa mereka tidak mendapatkan penguatan spiritual dan penguatan etik dari gereja. Hari ini kita telah melakukan, kembali berpulang kepada teman-teman bagaimana mereka memanfaatkan semua potensi ini dengan tepat,” tukasnya.
Menanggapi proses yang dilakukan ini, salah satu caleg DPRD Provinsi Maluku dapil Kota Ambon Jaqueline Margareth Sahetapy berterima kasih atas tanggungjawab gereja bagi warganya yang berkontestasi di dunia politik.
“Kita ini khan tidak bisa dilepas pisahkan dari Gereja, bertumbuh dan besar di GPM khususnya. Otomatis pendidikan pastoral politik yang diberikan, sangat memberi energi positif dan kekuatan tersendiri bagi kita sebagai Caleg untuk segala proses kedepan, berjuang bukan untuk diri kita pribadi. Intinya itu, kita harus mampu membawa pesan damai bagi semua masyarakat dimana saja berada, khususnya di Kota Ambon dan Maluku,” ujar politisi dari partai Demokrat itu, yang juga turut diamini calon anggota DPD RI, Herman Hattu. (MR-02)












Comment