by

Pabrik Pengolahan Sampah di Ambon; “Legacy” Louhenapessy, Pj Walikota yang “Potong Pita”

AMBON,MRNews.com,- Pabrik Pengolahan Sampah Plastik milik PT. Milion Limbah Ambon yang berlokasi di kawasan Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan awal dibangun, Rabu (16/3/22) lalu.

Dimulainya pembangunan ditandai peletakan batu pertama yang dilakukan mantan Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Sekertaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse.

Keduanya meletakan “legacy” atau warisan yang sangat penting bagi Kota Ambon kedepan dalam menangani persoalan sampah, masalah yang hingga kini sulit teratasi.

Pabrik sampah pertama di Ibukota Maluku itu memberi keuntungan bagi Kota Ambon, salah satunya dari aspek Tenaga Kerja (Naker). Yang memerlukan lebih dari 200 tenaga kerja.

Setelah dibangun 1 tahun 2 bulan lebih, Recycling Center PT Milion Limbah Ambon (Member Of RECO) itu akhirnya diresmikan Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Jumat (26/5/23).

Peresmian ditandai dengan ditekennya prasasti dan pemotongan pita. Sebelumnya, dilakukan penandatanganan kerjasama antara PT Milion Limbah Ambon Alex Candra sebagai Project Director dan CCBO Chief Of Party Tetra Tech oleh Jon Again dari Washington DC – USA.

Wattimena memberi apresiasi kepada PT Milion Limbah Ambon sebab ini merupakan pabrik daur ulang sampah plastik pertama di Kota Ambon.

“Saya apresiasi PT Milion Limbah Ambon sebab dalam waktu setahun lebih mampu mendirikan pabrik daur ulang sampah plastik sebagai wujud dari kesepakatan yang terbangun antara Pemkot Ambon dengan PT Limbah Milion Ambon,” jelasnya.

“Tapi lebih daripada itu, apa yang kita lakukan hari ini adalah jawaban atas seluruh persoalan penanganan sampah di Kota Ambon,” tambah Wattimena.

Selama ini kata dia, Pemerintah Kota Ambon dan masyarakat menggantungkan harapan dari daur ulang sampah plastik dari bank sampah dan TPS 3R yang berada di Surabaya dan Jakarta, yang mengakibatkan biaya operasional untuk mengangkut sampah plastik dari Kota Ambon.

Oleh pengusaha sangatlah tinggi sehingga menyebabkan tidak maksimal dalam upaya mengurangi atau mendaur ulang sampah plastik di Kota Ambon.

“Adanya pabrik sampah plastik, kami optimis jadi solusi dan upaya pengelolaan sampah, memperkuat ekosistem daur ulang sampah plastik, ekonomi serkuler serta dapat mengurangi pengumpulan sampah plastik agar tidak jadi beban di tempat pembuangan akhir (TPA),” urainya.

Optimisme itu menurut Wattimena, karena luas lahan sebesar 7.800 meter per segi dengan luas bangunan 5000 meter per segi mampu menyerap tenaga kerja paling banyak 250 orang baik tenaga kerja tetap maupun harian.

“Selain itu, pabrik ini juga menargetkan untuk mendaur ulang 250 ton sampah setiap bulannya. Hal ini sejalan dari target pengelolaan sampah secara nasional,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed