by

Letakkan Batu Penjuru Pembangunan Gereja Lahatol Haria, Ini Empat Penekanan Wagub

AMBON,MRNews.com,- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas Nathaniel Orno, meletakkan batu penjuru pembangunan gedung Gereja Lahatol, Jemaat GPM Haria, Klasis PP Lease, Maluku Tengah, Minggu, (13/3/22).

Peletakan batu penjuru ini, juga diselingi pemancangan tiang bermula gedung Gereja. Dengan peletakan batu ini, maka pembangunan Gereja yang membutuhkan biaya senilai Rp. 3,6 miliar sudah bisa dimulai.

Salah satu tujuan pembangunan Gereja ini, agar Jemaat GPM Haria dapat memiliki Gedung Gereja yang layak dipakai, demi menunjang peribadahan maupun pelayanan keumatan lainnya, serta dapat menjawab rentan kendali pelayanan dan jarak tempuh dari gedung Gereja induk.

Pada kesempatan itu, memberi apresiasi kepada Jemaat GPM Haria yang berketetapan hati, untuk membangun rumah Tuhan sebagai tempat memuji dan membesarkan nama Tuhan.

Di era globalisasi saat ini, fungsi dan peranan institusi agama semakin strategis dalam menciptakan harmonisasi dinamika kehidupan.

“Gereja dan agama dalam kiprahnya ditengah dunia, terpanggil dan memiliki peran penting dan strategis dalam pembentukan karakter untuk menjalani aktivitas sehari-hari,” urainya.

Melalui tempaan dan bimbingan dari Gereja beserta seluruh perangkat pelayanannya, maka kualitas kehidupan umat akan semakin baik imannya, yang akan berdampak terhadap perilaku umat.

“Dengan demikian, suasana kehidupan yang saling menghargai dan menghormati antar sesama umat beragama akan terus terjaga,” ujar Orno.

Sehubungan dengan hal tersebut, mantan Bupati Kabupaten MBD itu menekankan empat hal penting. Pertama, Gereja adalah sebuah persekutuan dan kehidupan religius bersama Allah yang berpusat pada penyelamatan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus.

Mencermati pentingnya makna keberadaan Gereja, maka pembangunan Gereja tentu tidaklah hanya dimaknai sebatas pada pembangunan saja, namun menjadi wahana pembinaan dan pengembangan mental spiritual umat Kristiani, yang berakar pada persekutuan dalam membangun iman dan jati diri orang percaya.

Kedua, sebagai mitra kerjasama pemerintah dalam membangun bangsa, Gereja diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembinaan jemaat secara berkelanjutan sesuai agenda kerja GPM.

“Hal ini untuk membentuk karakter jemaat agar memahami kedudukannya sebagai anggota jemaat dan warga negara, yang bertanggungjawab dan memiliki tingkat partisipasi terhadap berbagai program dan kebijakan pemerintah,” urainya.

Ketiga, meski gedung Gereja masih dalam proses pembangunan, namun hendaknya keberadaan jemaat dapat berkembang dalam persekutuan antar sesama jemaat maupun jemaat tetangga, sehingga dapat menghasilkan jemaat yang tangguh beriman sesuai amanat agung Kristus.

Keempat, dalam beberapa waktu belakangan ini sering terjadi konflik antar negeri di wilayah kerja Klasis Pulau-Pulau Lease. Namun, pemerintah provinsi Maluku tetap mendorong upaya perdamaian.

“Bupati dan jajaran pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar lebih proaktif dalam menyelesaikan berbagai sengketa antar warga di wilayahnya. Semoga warga Jemaat GPM Haria juga dapat bekerjasama membangun rumah Tuhan,” harapnya.

Harapan yang sama pula kepada Pendeta dan jemaat di Klasis pulau-pulau Lease, berperan sebagai agen perdamaian serta menyebarkan ajaran hukum kasih Kristus kepada seluruh masyarakat, melalui mimbar khotbah pada ibadah Minggu, ibadah sektor, ibadah unit dan lainnya.

Turut hadir, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Ketua Komisi III Richard Rahakbauw dan anggota komisi Anos Yeremias, Wakil Ketua MPH Sinode GPM Pdt Hendri Hetharie, jajaran Klasis GPM Pulau-Pulau Lease, jemaat GPM Haria beserta perangkat pelayanan, pemerintah Negeri Haria dan Siri-Sori Islam. (MR-02/BAP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed