by

KPU Ambon Usulkan Tiga Alternatif Dapil

AMBON,MRNews.com,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Ambon memiliki tiga tawaran alternatif daerah pemilihan (Dapil) pada Pemilu legislatif 2019 mendatang. Tiga alternatif dapil tersebut wajib dilakukan KPU kabupaten/kota termasuk Ambon berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) yang diturunkan oleh KPU RI.

“KPU kota Ambon sudah membagi Dapil dengan tiga alternatif. Ini wajib dilakukan sesuai Juknis dari KPU RI. Ada sejumlah tahapan yang bakal dijalani hingga penetapan dapil dari KPU RI,” tandas Komisioner KPU Kota Ambon Divisi Data, Khalil Tianotak kepada media di Kantor KPU, Senin (05/02).

Tahapan awal yang telah dilalui KPU kata Tianotak dengan waktu penyusunan Dapil pada 1 Februari lalu. Selanjutnya yang sementara berjalan adalah KPU sudah menyurati sejumlah stake holder masyarakat, OKP, lembaga kemahasiswa dan lainnya untuk menyampaikan pencermatan usulan Dapil dari KPU hingga berakhir di 6 Februari.

Tianotak mengaku, sasaran melibatkan stake holder dalam pencermatan usulan Dapil ini sangat penting dan dibutuhkan, sebagai bagian dari partisipasi mewakili masyarakat membantu kerja KPU, sesuai perintah PKPU. Karenanya diharapkan ada respon positif stake holder dengan memberi masukan dan tanggapan terhadap tiga alternatif Dapil tersebut.

“Kami menyurati berbagai stake holder dengan maksud supaya bisa berpartisipasi memberi masukan dan tanggapan soal alternatif Dapil. Parpol harus bisa sama-sama mengkaji dengan stake holder. Sebab, tanggapan masyarakat itulah yang bisa jadi pegangan dan masukan bagi kita, KPU untuk masuki uji publik pada tanggal 7 sampai 13 Februari,” tukas Tianotak.

Untuk sampai pada penetapan Dapil tambah Tianotak tidak mudah. Selain karena tahapan uji publik tidak hanya dilakukan KPU kota, tapi nanti diuji juga pada KPU provinsi melibatkan KPU kabupaten/kota, dan selanjutnya ke KPU RI untuk ditentukan dan diputuskan hasilnya, alternatif Dapil mana bakal dipakai pada Pileg 2019.

“Hemat saya, draft alternatif Dapil I dan II mungkin bisa dipertimbangkan dan diperdebatkan untuk dipakai, karena masalahnya tidak terlalu signifikan.

Sedangkan opsi/draft alternatif III sulit terwujud karena perbedaan kursi terlalu jauh. Akhir dari opsi mana bakal dipilih penentu di KPU RI,” demikian Tianotak.

Adapun tiga alternatif usulan Dapil oleh KPU dijelaskan Tianotak berdasarkan pada alokasi kursi yang sudah ditetapkan KPU RI untuk kota Ambon yaitu 35 kursi. Dimana dari data yang resmi dirilis KPU RI belum lama ini pada form DA.K2 jumlah penduduk di kota Ambon sebanyak 375.760. Dengan nilai Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) sebesar 10.736, didapat dari jumlah penduduk dibagi dengan alokasi kursi.

“Tiga usulan itu ada yang tetap seperti Pileg 2014, ada juga pemecahan Dapil dan penggabungan Dapil berdasarkan jangkauan/geografis dan rentan kendali maupun pertimbangan lainnya. Alokasi kursi pastinya sesuai jumlah penduduk dibagi total kursi, dengan perhitungan yang berbeda kali ini oleh KPU dalam usulannya. Semua itu akan dapat jawaban diakhir melalui masukan masyarakat, uji publik dan keputusan KPU RI. Kita sama-sama berproses pada tugas masing-masing,” tutupnya. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed