by

KKN Mahasiswa, Bentuk Kontribusi IAKN Ambon Bagi Pemerintah & Masyarakat

AMBON,MRNews.com,- Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon yang dilakukan kurang lebih satu bulan di 13 Desa/Kelurahan dan Negeri pada 4 Kecamatan di Kota Ambon telah tuntas, seiring penarikan secara resmi, Senin (1/11/2021).

Penarikan ditandai dengan penyerahan kembali 151 orang mahasiswa secara simbolis dari Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada pihak kampus yang diwakili Wakil Rektor I IAKN Ambon Dr Y.Z Rumahuru,MA dan Ketua Panitia Pelaksana KKN, Dr Johana Talupun, MTh di auditorium “Kampus Harmoni Dalam Keberagaman”, Halong Atas.

Pada kesempatan itu, Walikota katakan, proses KKN mahasiswa yang langsung menyasar masyarakat di 13 Desa/Kelurahan dan Negeri pada 4 Kecamatan, dengan membuat program dan kegiatan dipandang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa IAKN Ambon bagi pemerintah dan masyarakat di Kota Ambon.

“Pemerintah kota (Pemkot), memberi apresiasi dan terima kasih kepada IAKN Ambon yang terus berkontribusi untuk pembangunan di Kota ini melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan menerjunkan 151 mahasiswa KKN,” tandas Louhenapessy.

Melalui program yang dilaksanakan apakah secara fisik, non fisik berupa pendampingan, pelatihan dan edukasi, diharapkan dapat tercipta manfaat dan dampak yang bisa dirasakan masyarakat.

Serta semakin memperkuat dan terbangun relasi, sinergitas yang serius antara pemerintah negeri/desa dan kelurahan dengan IAKN Ambon. Sebab itulah ke-151 mahasiswa dengan disiplin ilmu berbeda diterjunkan ke masyarakat untuk kerja nyata.

“Pemkot membuka terciptanya ruang sinergi dan kerjasama terus dengan IAKN Ambon dalam bentuk apapun, termasuk dengan program KKN ini untuk memberi manfaat dan dampak sosial bagi masyarakat kota Ambon, pihak rektorat dan mahasiswa,” terangnya.

Walikota juga mengaku, kontribusi IAKN Ambon pun tidak lepas dari cukup banyak alumni IAKN jurusan Musik Gerejawi yang berperan dan mengambil bagian dalam mewujudnyatakan Ambon sebagai kota musik dunia oleh UNESCO yang kini sudah masuki tahun kedua.

Rektor IAKN Ambon melalui Wakil Rektor I, Dr Y.Z Rumahuru, MA menyatakan, sinergi Walikota Ambon cukup lama terbangun dengan IAKN sejak masih STAKPN dan ketika peralihan status ke IAKN. Hal ini harus tetap dijaga dan diperkuat, baik disektor pendidikan maupun menciptakan sumberdaya manusia yang handal.

“Walikota Ambon salah satu orang yang turut andil memberi rekomendasi peralihan status ke IAKN, termasuk juga telah memberi rekomendasi untuk peralihan status IAKN ke UKN. Kerjasama ini harus kita jaga dan perkuat,” ungkapnya.

Dengan kehadiran Walikota dan sejumlah pimpinan SKPD pada momentum penarikan 151 mahasiswa KKN IAKN Ambon ini menunjukkan sinergi antara Pemkot dan IAKN semakin baik kedepan, terutama dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan implementasi tri dharma perguruan tinggi.

Sebelumnya, Ketua panitia KKN Dr Johana Talupun, MTh menjelaskan, dari 151 mahasiswa yang diturunkan saat KKN dan penarikan, jumlahnya tetap sama. Khusus Prodi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (PKAUD) dan Pariwisata Budaya, merupakan mahasiswa KKN angkatan pertama.

Pasca penarikan, selanjutnya adalah tahap pembuatan laporan dan seminar hasil KKN. Diharapkan waktu yang ada dalam seminggu bisa dimaksimalkan untuk membuat laporan dan dua Minggu berikut untuk seminar.

“Sebab akhir dari itu, rencananya kita akan membuat satu buku yang memuat kisah-kisah mahasiswa selama ber-KKN,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed