AMBON,MRNews.com,- Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang dipimpin dr. Imam spesialis patologi, didampingi dr. Esa, Kepala Balai Besar Labortorium Kesehatan Surabaya, dan dr. Akmal, melakukan survei akreditasi laboratorium kesehatan Provinsi Maluku, yang berlangsung di balai labortorium kesehatan provinsi Maluku, Karang Panjang, Kamis (22/11/18).
Mewakili ketua tim survei, dr. Akmal dalam sambutannya mengatakan, akreditasi akan memberikan jaminan bagi masyarakat yang ada di Maluku bahwa apa yang diperiksa balai laboratorium kesehatan itu benar adanya. Hal ini sejalan dengan peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2017 tentang standar pelayanan minimal dari 12 standar terkait bidang kesehatan, pemeriksaan laboratorium.
“Bisa bayangkan penyakit berbahaya selama ini, yang ada di air dan makananan dianggap laboratorium baik namun ternyata tidak. Untuk itu, diperlukan akreditas, sehingga hasil labortorium benar-benar bisa dipercaya masyarakat. Sehingga kita minta kepada pemerintah provinsi Maluku, lewat dinas kesehatan memperhatikan hal ini dengan baik, dalam optimalisasi akreditas,” terang Akmal.
Sementara itu, Gubernur Said Assagaff, dalam sambutannya dibacakan staf ahli bidang pembangunan dan sumber daya manusia Setda Maluku, Halim Daties memberikan apresiasi atas kegiatan ini, karena baik dalam meningkatkan pelayanan kesehatan menuju kualitas hidup menuju Indonesia yang sehat dan sejahtera, khususnya di Maluku.
Dijelaskan, derajat kesehatan di Maluku kemajuannya signifikan. Usia Harapan Hidup (UHH) di Maluku alami peningkatan lima tahun terakhir. Tahun 2012, UHH Maluku 64,77 tahun, meningkat menjadi 68,7 tahun di 2016. Namun, masih ada disparitas cukup tinggi antar kabupaten/kota. Untuk memaksimalkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Maluku, menjadi tanggungjawab semua sektor sesuai pemetaan pada RPJMD 2014-2019 dan rencana strategis. Yang memprioritaskan pada meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat, meningkatnya pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta meningkatnya pemerataan dan mutu sumber daya kesehatan sesuai pendekatan gugus pulau.
“Pembangunan kesehatan hakekatnya upaya sistematis dan terencana yang dilakukan seluruh komponen bangsa untuk mengubah suatu keadaan menjadi lebih baik dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien dan akuntabel, dengan tujuan akhir meningkatkan status kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Untuk mencapainya, tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras saja, namun kita dituntut untuk kerja cerdas. Sehingga perlunya memperbanyak inovasi, sinkronisasi provinsi dan kabupaten terhadap penajaman identifikasi masalah harus bisa diwujudkan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring evaluasi,” ucapnya.
Sehingga menurutnya tujuan akreditasi ini untuk memotret sejauhmana penerapan pelayanan laboratorium kesehatan di bidang administrasi manajemen dan upaya kesehatan perorangan termasuk pengembangan sudah sesuai standar dan mutu pelayanan yang diterapkan. Karenanya diharapkan, jajaran laboratorium kesehatan Maluku dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan mampu menerapkan standar dan mutu pelayanan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan mutu pelayanan Laboratorium di provinsi Maluku Tahun 2018 merupakan tahun terakhir pembangunan daerah periode tahun 2015-2019.
“Dengan demikian, kegiatan ini benar-benar memiliki daya ungkit tinggi untuk menjawab pencapaian pembangunan kesehatan di Maluku. Tahun ini dilakukan evaluasi periode pembangunan daerah. Untuk itu, akreditasi sangatlah penting, guna memantau mutu, menilai sejauhmana mutu pelayanan yang diberikan sehingga kita dapat mengetahui capaian kinerja laboratorium kesehatan provinsi Maluku dan yang menjadi visi misi kita bersama guna meningkatkan derajat kesehatan di Maluku dapat terwujud. (**)











Comment