by

Jawa Barat Jadi Grup Penutup Kategori Gregorian Dewasa

-Maluku-412 views

AMBON,MRNews.com,- Kontingen Jawa Barat dengan nomor undian 34 menjadi grup penutup yang menampilkan lagu wajib Veni Sancte Spiritus dan lagu pilihan wajib Resurrexi pada lomba paduan suara kategori Gregorian Dewasa pada pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katholik Nasional pertama, yang berlangsung di Gedung Baileo Oikumene, Senin (29/10).

Pantauan media ini sejak sore di arena, lomba kategori Gregorian Dewasa ini dilakukan dalam dua sesi, dimana sesi pertama yang dimulai pukul 15.30 hingga 17.10 WIT menampilkan 8 grup. Sedangkan sesi kedua dengan 9 grup, berjalan dari pukul 19:00 hingga pukul 21:30 WIT. Artinya, total paduan suara kategori ini ada 17 peserta. Menghadirkan tiga dewan juri, Pastor Soetanta, Ernest Mariyanto dan Pastor Harry Sangko.

Seluruh peserta mulai dari nomor undian 1 Kepulauan Riau, nomor undian 7 Lampung, nomor 8 Kalimantan Timur, nomor 10 Jawa Timur, nomor 14 Papua Barat, undian 12 Nusa Tenggara Timur, nomor 17 Sumatera Utara, nomor 18 Sulawesi Utara, nomor 21 Bali, Sulawesi Selatan nomor undian 22, Kalimantan Tengah nomor 23, Kalimantan Barat nomor undian 24, nomor undian 26 Kalimantan Utara. Lalu, Papua dengan undian 28, Jakarta dengan undian 30, tuan rumah Maluku dengan undian 33, menyanyikan lagu wajib yang sama dengan Jawa Barat. Hanya untuk lagu pilihan wajib yang berbeda-beda.

Lagu Resurrexi dinyanyikan hampir semua kontingen. Hanya Kalimantan Timur yang memilih lagu Viri Galilael bersama Maluku, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara menyanyikan lagu yang sama, Cogitationes. Sedangkan, Kalimantan Tengah kembali melantunkan Veni Sancte Spiritus.

“Kami sudah menampilkan yang terbaik, lewat lagu wajib dan pilihan wajib. Soal hasil, biarlah Tuhan yang menentukan lewat keputusan dewan juri,” ujar dirigen kontingen Kepulauan Riau, Emmelia Krisna Tri Susanti usai tampil, dimana hal sama juga diamini oleh dirigen Kalimantan Utara, Dalmasius Mitang.

Perihal lagu wajib Veni Creator Spiritus, adalah sebuah hymne yang biasanya dinyanyikan dalam bentuk Kidung Gregorian dan dianggap sebagai “hymne yang paling terkenal”. Hymne ini ditulis oleh Rabanus Maurus pada abad ke-9, yang bermakna “Datanglah Roh Kudus Sang Pencipta” dan memperingati pesta perayaan Pentakosta.(MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed