AMBON,MRNews.com,- Sebanyak 314 Jamaah Calon Haji (JHC) Kota Ambon menerima bimbingan dan pelatihan (Bimlat) Manasik Haji sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Selasa (6/6).
Bimbingan dan pelatihan Manasik Haji ini merupakan kolaborasi atau kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon.
Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena berharap, lewat kegiatan ini yang nantinya akan diisi dengan pelatihan, simulasi terkait apa saja yang akan dilakukan ketika sudah berada di tanah suci, para JCH bisa mengerti dan mengikuti dengan baik.
“Kita berharap dengan pengetahuan yang dimiliki, lewat kegiatan ini, JCH asal kota Ambon pada waktu tiba di tanah suci Mekkah bisa lakukan seluruh proses Haji dengan baik. Agar mereka tidak bingung, ketika disetiap tempat yang harus dikunjungi, harus buat apa. Saya yakin itu dilatih dengan baik,” jelasnya saat membuka Bimlat Manasik Haji 2023 di Asrama Haji Waiheru.
Mengenai fasilitas lain yang disiapkan Pemkot kepada JCH Kota Ambon, Wattimena mengaku, pemerintah tentu memberi perhatian berupa subsidi serta insentif kepada setiap orang JCH, selain menyiapkan pendamping hingga ibadah haji selesai, pemeriksaan kesehatan dan bimbingan serta pelatihan ini.
“Semua sudah sesuai porsi masing-masing, mana Pemkot dan Kemenag. Yang jadi harapan kita bahwa pada waktunya semua JCH bisa berangkat dengan baik dan kembali pun demikian. Agar harapan menjadi Haji yang Mabrur itu bisa terwujud,” terangnya.
Soal 10 JCH yang mutasi, Kepala Kakanwil Kemenag Kota Ambon Fachrurazi Hasanusi bilang, memang ada permintaan dari jamaah yang bersangkutan untuk pindah ke Kabupaten/Kota yang ada di Maluku sebanyak 10 orang.
“Sehingga dari 324 JCH yang masuk porsi di pra manifest dan 10 mutasi, tidak ada perubahan lagi. Tetap 314 JCH yang akan diberangkatkan,” tandas Hasanussi.
Memang akuinya, kuota awal JCH untuk Kota Ambon tahun ini 342. Tapi yang melakukan pelunasan biaya haji, pemenuhan seluruh dokumen terkait keimigrasian, kesehatan, hanya 314 orang sesuai pra manifest yang akan berangkat.
“Pasca bimbingan dan pelatihan ini, akan diikuti Manasik Haji. Selanjutnya pada 15 Juni ke-314 JCH akan berangkat ke Embarkasi Makasar tak lagi lewat Asrama Haji, dengan dua (2) kelompok terbang (Kloter),” beber Hasanusi.
Mengenai usia JCH paling tua, tambahnya berusia 93 tahun. “Beliau sangat kuat dan terlihat sehat, luar biasa. Tidak banyak Lansia dari segi kebugaran harus jadi perhatian petugas. Tapi banyak juga bukan Lansia yang tidak bugar, kurang sehat,'” kuncinya. (MR-02)










Comment