by

Ingatkan Ambon Bukan Tempat Cuci Piring, Walikota: Banyak Warga Malteng Belum Vaksin

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengingatkan, Kota Ambon bukan tempat cuci piring bagi warga daerah lain yang makan ditempat lain dan tidak taat aturan selama dua minggu Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dijelaskan Richard, dalam instruksi Walikota nomor (3) tahun 2021 berkaitan PPKM, siapapun pelaku perjalanan yang ingin masuk atau keluar Kota Ambon, mesti ikut aturan diantaranya harus memiliki kartu vaksin, dan Swab/Rapid antigen.

“Untuk wilayah aglomerasi, khusunya bagi masyarakat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang tinggal di Pulau Ambon, hanya diminta menunjukkan KTP dan surat jalan dari pemerintah Desa/Negeri,” terangnya kepada awak media di Balaikota, Jumat (9/7).

Namun, dalam penerapan aturan yang baru diberlakukan sejak Kamis 8 Juli 2021 itu, ada satu kendala besar, yang dihadapi Pemerintah Kota, mengenai warga Malteng diluar Pulau Ambon.

“Problem buat kita, dari informasi yang didapat, masyarakat Malteng yang datang dari luar Pulau Ambon, seperti di Saparua dan Haruku rata-rata belum vaksin. Vaksinasi kepada guru saja belum tuntas. Itu yang repot. Kalau mereka masuk ke sini, akan sangat merugikan kita,” terangnya.

Olehnya demi menyelesaikan masalah dimaksud, Pemerintah Kota melalui Satgas Covid-19 setempat, bakal lakukan koordinasi dan konsultasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, guna mencari solusi terbaik agar tidak ada yang dirugikan.

“Kita akan koordinasi hari ini, dengan pa Danrem 151/Binaiya selaku pelaksana harian ketua Satgas provinsi. Agar jangan terkesan, mereka makan ditempat lain, tapi kita di Ambon yang cuci piring. Itu yang tidak menguntungkan,” tegasnya.

Tagal itu, dirinya berharap kepada seluruh Bupati/Walikota di Maluku, untuk bisa secara gencar mempercepat proses vaksinasi, sebagai bentuk dukungan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail.

“Mari kita dukung dan sukseskan Provinsi kita, kita dukung Pak Gubernur untuk percepat seluruh proses vaksinasi. Karena ini bagian dari pertanggungjawaban kolektif secara nasional. Minimal kalau mau masuk ke Ambon, harus sudah divaksin,” harapnya.

Khusus di pintu masuk/keluar Kota Ambon via bandara dan darat dari Jazirah Leihitu, diakui Louhenapessy, cukup positif karena kerjasama antara TNI AU dan Pemkot dengan sarana kesehatannya khusus bandara. Dimana vaksinasi dan konfirmasi administrasi jalan bagus.

“Vaksinasi diperuntukkan buat penumpang yang mau berangkat tapi belum vaksin. Syarat PCR atau Antigen berjalan. Satu hal yang cukup menggembirakan, sebelumnya 700 orang berangkat tapi kini turun menjadi 300 orang saja. Ini bagus supaya kita hambat pergerakan masuk keluar ke Ambon,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed