AMBON,MRNews.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah (Mitan) sudah memasuki fase akut, dimana hampir disetiap pengecer terpantau sama sekali kosong.
Hal tersebut tentu menuai keluhan dari masyarakat apalagi Mitan masih menjadi kebutuhan pokok rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris komisi II DPRD Maluku Ruslan Hurasan angkat suara di Baileo Karang Panjang Ambon, Senin (3/10).
“Saya kira ini perlu disikapi secara serius, Pertamina harusnya melakukan identifikasi terhadap permasalahan kelangkaan yang terjadi,” pinta Legislator besutan PKB tersebut.
Menurutnya, baik pemerintah daerah kabupaten atau kota harus berkoordinasi dengan Pertamina di wilayah kabupaten kota maupun provinsi.
Jika ada kekurangan stok BBM pihaknya kata Hurassan, berharap partisipasi aktif masyarakat untuk mengawasi di lapangan terkait dengan distributor yang melakukan praktek “nakal” penimbunan.
“Pasalnya hingga saat ini masih terdengar
keluhan masyarakat terkait Mitan, bukan hanya di kota Ambon saja namun meluas di 11 kabupaten kota misalnya SBB, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” terang Bakal Calon Bupati Malteng ini.
Hurasan juga meminta, pihak Pemerintah daerah kabupaten/kota bergerak cepat, menyurati resmi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk minta usulan tambahan kuota bagi daerahnya, agar kelangkaan ini bisa segera teratasi. (MR-03)









Comment