by

Gandeng IAIN & Unpatti, 97 Personil Polri Ikut Pelatihan Dikbangspes Gadik

AMBON,MRNews.com,- Untuk melahirkan lulusan Bintara Polri yang berkualitas, SPN Polda Maluku menggelar pelatihan Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) bagi Tenaga Pendidik (Gadik) bagi 97 personil.

Pelatihan ini berkolaborasi dengan dua perguruan tinggi, Universitas Pattimura (Unpatti), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon guna meningkatan kinerja, kemampuan pengetahuan pedagogik, dan kompetensi para gadik di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku.

“Pelatihan ini kami buat untuk menghadapi dilaksanakannya pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang I pada 8 Februari 2022. Kolaborasi dengan Unpatti dan IAIN karena keduanya memiliki akreditasi A. Kita harap dapat menghasilkan lulusan Bintara Polri yang berkualitas,” kata Kepala SPN Polda Maluku, Kombes Pol Daniel Prio Dwi Atmoko di Ambon, Kamis (20/1/22).

Sejumlah akademisi dari kedua kampus ternama di Maluku itu pun dihadirkan untuk memberi materi yaitu Prof. Dr. I. H. Weno, M. Pd, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti; Dr. Karol Anaktototy, MA, Pembantu Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti.

Dr. Hj. Siti Jumaeda, M. Pd. I, Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN; Dr. Nur Hasanah, S. Pd. I, M. S. I, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN; Dan Habiba Waliulu, M. Pd, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN.

Mereka membawakan materi; Keterampilan Dasar Mengajar, Desain Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, Micro Teaching, Penyusunan Silabus, Penyusunan Bahan Ajar, Strategi Pembelajaran, dan Pengembangan Bahan Ajar/Media Pembelajaran.

“Kegiatan ini dilakukan sejak Senin (17/1) sampai Sabtu (22/1). Peserta yang ikut 97 orang, terdiri dari 75 orang Gadik SPN dan 22 orang Gadik dari pembina fungsi (Reserse, Intel, Sabhara, Binmas dan Lalu Lintas),” ujar Daniel.

Dijelaskan, pelatihan Dikbangspes dilaksanakan mengingat SPN Polda Maluku merupakan lembaga pendidikan Polri yang bertugas menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan dalam menghasilkan manusia Polri yang berkualitas.

“Sebagai ujung tombak keberhasilan dalam mengembangkan dan membina peserta didik, Gadik SPN Polda Maluku harus disiapkan dalam mewujudkan Bintara Polri yang profesional,” sebutnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan Bintara Polri yang profesional untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 2 tahun 2002 tentang Polri.

Dimana, kepolisian adalah sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Kegiatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, juga untuk mengimplementasikan 8 program prioritas transformasi pendidikan dari Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel,” urainya.

Dikatakan, pelatihan Dikbangspes Gadik ini, juga untuk melahirkan Bintara Polri yang handal, serta mampu menjalankan tugas dan fungsi. Dimana, Bintara merupakan garda terdepan Polri terutama dalam melayani dan menjaga keamanan masyarakat.

“Contohnya masyarakat yang perlu bantuan atau pelayanan, hampir semua akan berurusan dengan Bintara seperti urus SIM atau STNK, ketertiban atau kecelakaan lalu lintas. Atau ketika ada yang terpaksa berurusan dengan reserse pasti ujung-ujungnya urusan dengan para Bintara, serta kasus- kasus lain,” jelasnya.

Sebagai pelaksana tugas dan fungsi Polri, Daniel mengaku Bintara dituntut profesional, bermoral, berwawasan luas, memiliki integritas tinggi dan berkomitmen dalam memajukan Polri. Sebab tuntutan masyarakat terhadap perilaku Polri di lapangan kini menjadi sorotan.

“Maka diperlukan inovasi, terobosan, dan pembenahan baru guna mewujudkan tujuan yang ingin dicapai terutama Gadik sebagai salah satu komponen pendidikan yang berperan penting dalam membentuk calon Bintara Polri profesional,” jelasnya.

Disisi lain, pelatihan Dikbangspes ini juga karena dari data yang ada, gadik SPN Polda Maluku belum memenuhi syarat menurut peraturan Kapolri No. 14 tahun 2015 tentang Sistem Pendidikan Polri, pasal 35 dan 36. Terdapat 67 dari 84 orang Gadik yang masih berpendidikan SMA. Sementara Diploma tiga (D3) 1, Strata satu (S1) 15, dan Strata dua (S2) 1 orang.

“Selain itu juga masih banyak yang belum memiliki sertifikat Latkatpuan dari Lemdiklat Polri dan Sertifikat Keterampilan khusus bagi yang berijazah SMA,” sebut
Perwira menengah berpangkat tiga melati dipundak itu.

Dari segi kompetensi pedagogik, Daniel mengaku para gadik SPN Polda Maluku masih rendah. Sebagian besar bukan berlatar belakang ilmu pendidikan, tetapi politik, sosial, dan ilmu hukum. Maka program peningkatan kemampuan untuk Gadik yaitu Dikbangspes tepat dibuat.

“Semoga pelatihan ini dapat menjawab kebutuhan tenaga pendidik yang berkompetensi dari segi keilmuan, keahlian, dan kualifikasi akademiknya. Sebagai prasyarat untuk mengajar, membina, dan mengasuh di SPN Polda Maluku kedepan,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed