AMBON,MRNews.com,- Peserta Kirab pemuda nusantara tahun 2018 dan sejumlah elemen pemuda aras Provinsi Maluku dan Kota Ambon dari berbagai organisasi, melakukan deklarasi kebangsaan sekaligus apel kirab nasional, sebagai bentuk komitmen pemuda cinta terhadap tanah air, serta bertekad menjaga keutuhan bangsa dan negara dalam kebhinekaan, di Pattimuta Park, Jumat (14/9/18) sore.
Malamnya, para peserta kirab pemuda nusantara 2018 yang berjumlah 50 peserta dari 34 Provinsi jalani pentas seni (PenSi) di harmoni sudut kota, depan kantor dinas penyelamatan dan pemadam kebakaran Kota Ambon.
Walikota Ambon lewat Asisten II Pemkot, Robby Silooy dalam sambutannya mengatakan, kegiatan deklarasi kebangsaan dan apel kirab, memiliki makna sangat penting dan strategis, untuk kemajuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan secara khusus bagi generasi muda, penerus cita-cita perjuangan bangsa dan negara. Apalagi sebagai kota singgah, kirab pemuda ini tentu dapat memotivasi pemuda di Kota Ambon untuk terus meningkatkan kompetensi diri, berprestasi dan serta memiliki semangat kebangsaan dan menghargai kebhinekaan.
Lewat kirab ini, diharapkan menjadi sarana para pemuda meningkatkan kreativitas, kapasitas, kemandirian, daya saing dan nilai patriotisme, agar dapat membangkitkan jiwa nasionalisme dalam membangun bangsa, menjaga kebhinekaan, persatuan dan kedaulatan NKRI. Pemuda Indonesia khususnya Maluku dan Kota Ambon haruslah memiliki pemahaman baik dalam menerima perbedaan sebagai kekuatan bukan ancaman dan memiliki tradisi toleransi dalam menghadapi perbedaan.
“Tema kirab; berani bersatu, maka kepentingan bangsa dan negara diatas kelompok, golongan dan pribadi agar bangsa maju dan sejahtera. Tingkatkan nasionalisme, patriotisme dan wujudkan Indonesia yang damai. Pesan kami, ceritakanlah tentang Ambon dan Maluku saat kembali. Bahwa Ambon kota damai, kota yang menghargai perbedaan, kota yang akan menjadi kota musik dunia dan tak kalah pentingnya, Maluku dijadikan sebagai laboratorium kerukunan umat beragama,” harapnya.
Sementara, perwakilan deputi pemberdayaan pemuda Kemenpora RI, Joni Sihite mengungkapkan, deklarasi kebangsaan dan apel merupakan rangkaian acara kirab pemuda nasional 2018, sebagai perjalanan napak tilas kebhinekaan dalam mendirikan dan membangun NKRI. Yang dikemas kekinian, kreatif, patriotik, gembira, massal, kompetitif dan tak terlupakan. Tujuannya, menyebarkan virus persatuan dan patriotisme pemuda yang selaras dengan makna Bhinneka Tunggal Ika.
“Harapannya, pasca ini, komitmen para pemuda untuk menghormati keberagaman diantara sesama anak bangsa semakin meningkat. Apalagi para peserta kirab, akan menjadi juru bicara pemerintah selama 73 hari. Bagaimana mengampanyekan perang melawan narkoba, korupsi, radikalisme, terorisme. Merekalah nanti yang terus membumikan Pancasila, sehingga setiap saat harus kita pantau sejauh mana efeknya ditengah-tengah masyarakat. Pemuda ini adalah corong perubahan dan corong optimisme bagi masa depan Indonesia,” kata Sihite menyampaikan pesan Menpora.
“Yang terpenting adalah peserta menjaga kesehatan karena perjalanan ini masih panjang melewati sejumlah provinsi lagi, sehingga harus menjaga stamina agar tetap sehat untuk menjalani kegiatan,” sambungnya. (MR-02)












Comment