AMBON,MRNews.com,- PT Pertamina Cabang Ambon memastikan, ketahanan stok maksimal bahan bakar minyak (BBM) di TBBM Wayame sampai dengan 22 hari kedepan atau hingga H+7 pasca lebaran tahun 2018 aman dan mencukupi.
“Ketahanan stok maksimal BBM di TBB Wayame hingga 22 hari kedepan aman. Kita berusaha untuk tetap menjaga ketahanan stok bisa mencapai lebih dari 7 hari,” tandas Sales Executive Retail PT Pertamina Cabang Ambon, Galih usai rapat koordinasi dengan komisi II DPRD Kota Ambon di Balai Rakyat Belakang Soya, Rabu (6/6/2018).
Amannya BBM di Kota Ambon hingga lebaran kata Galih, karena PT Pertamina Cabang Ambon melakukan pengiriman setiap hari. Bahkan, nanti pabila ada permintaan penambahan, pihaknya pun sudah siap untuk melayani permintaan dengan penambahan kapal untuk pengiriman BBM. Dimana rata-rata sebulan, penyaluran bisa sekitar 4 ribu kilo liter. Tak sampai disitu, PT Pertamina Ambon pun sangat siap mengantisipasi kelangkaan BBM.
“Kita siapkan pun lebih dari 4 ribu kilo liter. Seperti itu dalam sebulan disiapkan. Apalagi memasuki lebaran. Sedangkan suplai akan disesuaikan dengan permintaan masing-masing SPBU. Dimana kalau ada permintaan meningkat, kita pun kasih permintaan tambahan lebih. Semua ini kita lakukan sebagai antisipasi jika ada kelangkaan BBM,” tukas Galih.
Sedangkan Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Johny Mainake mengungkapkan, rapat koordinasi dengan Pertamina serta APMS BBM untuk menindaklanjuti informasi masih ada titik-titik tertentu yang terkendala distribusi atau kelangkaan BBM. Sehingga perlu mencari solusi sekaligus meminta jaminan dan kepastian Pertamina soal ketersediaan stok BBM hingga hari raya idul fitri.
“Ada titik tertentu di Halong dan beberapa tempat, kelangkaan skalanya kecil dan sudah disampaikan ke Pertamina. Terhadap itu, kita berpegang pada keterangan Pertamina, yaitu 22 hari kedepan stok BBM tetap aman. Agen dan APMS dilibatkan agar juga menjaga supaya di Ramadhan dan Idul Fitri, stok BBM lancar dan aman disalurkan sampai ke masyarakat. Menjaga pula jangan sampai ada kenaikan harga yang diterima masyarakat,” kata politisi NasDem itu.
Dalam kaitan kemitraan, tambah Mainake, sebenarnya masalah apapun yang disampaikan ke Pertamina, mereka langsung merespons. Hanya perlu dibangun soal akses komunikasi informasi. Bahkan, ketika tidak bisa ke Pertamina, bisa memakai jalur DPRD guna ditindaklanjuti ke Pertamina. Karena komunikasi bukan dibatas ruang formal saja tetapi langsung juga bisa dilakukan. Karenanya, dalam hal pengawasan ini yang perlu menjadi perhatian, dimana melibatkan masyarakat guna sebagai penyampai informasi. (MR-05)











Comment