by

BTM Januari 2022, Sekkot Pastikan Prokes 12 Sekolah Percontohan

AMBON,MRNews.com,- Belajar Tatap Muka (BTM) terbatas khususnya pada tingkat SMP di Kota Ambon dipastikan berjalan Januari 2022 mendatang. Sebanyak 12 sekolah bakal menjadi percontohan BTM terbatas.

Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dipersiapkan dengan baik, Sekretaris Kota (Sekkot) Agus Ririmasse bersama Kadis Kesehatan dan sejumlah Kadis mengunjungi ke-12 SMP tersebut, Senin (27/12) dan besok.

Tujuh (7) SMP dikunjungi dihari pertama ialah SMPN 13 di Nania, SMPN 7 di Poka, SMP Santo Andreas di Ahuru, SMPN 6, SMP Kristen YPKPM, SMPN 4 dan SMPN 2.

Sementara sisanya yakni SMPN 8 di Hutumuri, SMPN 18 di Ema, SMPN 9 di Lateri, SMPN 3 di Hative Besar dan SMP Kalam Kudus, giliran didatangi besok , Selasa.

Usai kunjungan, Sekkot Ririmasse katakan,
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberi perhatian kepada dunia pendidikan untuk persiapan BTM terbatas Januari 2022 mendatang pada 12 sekolah percontohan khusus SMP.

“Hasilnya, sekolah yang kita kunjungi memang layak jalankan BTM terbatas. Sebab 80 persen guru sudah vaksin, ada 90 persen bahkan juga sudah 100 persen guru vaksin yakni di SMP Santo Andreas. Nanti ada edaran ke tiap sekolah dengan harapan awal 2022 sudah mulai proses BTM,” jelas Ririmasse kepada awak media.

Kepala dinas pendidikan kota Ambon Ferdinand Tasso menambahkan, BTM terbatas dijalankan ke-12 sekolah tersebut dengan maksimal siswa 50 persen, tetap terapkan Prokes 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) dan durasi jam belajar ditentukan sekolah.

Kemudian, materi pembelajaran sesuai hal yang esensial dan penting, pembelajaran bersifat campuran antara tatap muka dan daring/belajar jarak jauh, bagi guru dan siswa yang belum vaksin.

“Maksimal kursi meja 18 buah, tempat cuci tangan disiapkan. Nanti shift pertama belajar selesai akan disemprot disinfektan, baru masuk shift berikutnya,” terangnya di ruang Vlissingen Balaikota Ambon, Senin (27/12).

Sekolah juga sebutnya, wajib bentuk Satgas yang akan bantu kontrol Prokes dari awal belajar hingga selesai.

“Semua mekanisme dan protokol tersebut wajib dilakukan sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 66 tahun 2021,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed