by

Biwado: Inflasi itu Penting

AMBON,MRNews.Com.- Inflasi itu Penting, agar dapat meningkatkan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya beli masyarakat, serta menjaga daya saing suatu negara. Ungkap Andy Setyo Biwado, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi pada Bank Indonesia Perwakilan Maluku.

Menurut Biwado, saat ini, daerah di Maluku yang dihitung nilai inflasinya hanya dua kota, yakni kota Ambon dan Kota Tual. Sementara yang lainnya belum dihitung. dan inflasi terbesar adalah kota Tual.
“Pola Pendekatan inflasi dihitung oleh BPS sesuai hasil survey biaya hidup (SBH) yang dilakukan selama lima tahun sekali” ungkap Biwado, walau demikian katanya, sampai saat ini, terjadi perdebatan
dan belum ada titik temu antara BPS dan TPID maupun pemerintah setempat, karena item yang digunakan BPS terkadang tidak digunakan oleh masyarakat. Contohnya, ikan ekor kuning, digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu item penghitungan tingkat Inflasi, tetapi bagi masyarakat setempat ikan ekor kuning,justru tidak dikonsumsi oleh masyarakat di kota Tual.

Biwado menyatakan, dalam berbagai pertemuan yang dilakuan oleh tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) dan Pemerintah Daerah/kabupaten dan kota mencoba mencari cara lain agar dapat menekan angka inflasi. Salah satu cara adalah mencoba merubah penggunaan ukuran timbangan yang biasanya digunakan oleh pedagang dan PKL dari yang semula menumpuk menjadi timbangan yang berstandar Kilogram (Kg)

“Salah satu penyebabnya inflasi adalah ukuran, karena itu tahun ini TPID mencoba merubah penggunaan ukuran timbangan yang standar,” jelas Biwado.

Di sisi lain, Pemerintah dituntut harus serius dalam menanggulangi dan mengendalikan inflasi di daerah yang terprogram dalan 4K diantaranya: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran harga dan komunikasi ekspektasi.

“BI Maluku juga menambah pasokan melalui perluasan lahan dan menggandeng petani mengolah lahan dan menanam.
Seperti pembuatan klaster bawang merah, holtikultura, meskipun belum semuanya tetapi telah cukup membantu,” ucapnya.

BI Maluku juga secara langsung turut mengintervensi pasar, dengan melakukan pasar murah menjelang hari besar keagamaan.

“Pasar murah, adalah salah satu cara kita melakukan intervensi di lapangan, itu upaya kita menjemput bola, artinya tidak standbay di suatu tempat tetapi berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain dan hasilnya inflasi dapat dikendalikan,” ucap Biwado.Tambahnya.BI Maluku juga melakukan kerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan guna memantau pedagang agat tidak melakukan timbunan pangan.

Pihaknya akan selalu berusaha meyakinkan masyarakat jika stok aman, dengan maksud agar dapat merubah pola pikir masyarakat, jika hari besar keagamaan tidak terjadi gejolak harga yang tinggi. (MR-06)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed