by

928 Warga Ambon Sudah Vaksin Booster Dosis Kedua

AMBON,MRNews.com,- Jumlah penduduk Kota Ambon per tahun 2022 berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tercatat sebanyak 387.102 orang.

Namun sayang, belum 100 persen masyarakat di ibukota provinsi Maluku ini melakukan vaksin Covid-19 booster dosis pertama, apalagi sampai masuki vaksin booster dosis kedua yang telah dibuka layanannya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon per 24 Januari 2023.

Kepala Dinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy menyatakan, hingga saat ini, baru 928 warga kota Ambon yang membawa dirinya untuk melakukan vaksinasi Covid-19 booster dosis kedua. Dengan rata-rata keluhan sakit tempat suntik satu-dua hari.

“928 kalau beta seng salah itu. Jadi dia tidak pakai kategori lagi. Siapa yang sudah booster dosis pertama, bisa. Yang mulai jalan sejak 24 Januari 2023 pasca Presiden Joko Widodo umumkan,” tandas Pelupessy di Ambon, Rabu (8/2).

Untuk proses vaksinasi booster dosis ketiga itu dikatakan Pelupessy, pihaknya tidak lagi membuka layanan di Tribun Lapangan Merdeka. Namun semuanya sekarang terpusat di Puskesmas Valentine agar mudah terkontrol.

“Katong sudah tidak bikin layanan lagi di Lapangan Merdeka. Semua sekarang ada di Puskesmas Valentine saja. Katong bikin terpusat saja,” terangnya.

Menurutnya, tidak bisa lagi dibuka layanan vaksinasi booster dosis kedua di Puskesmas-puskesmas yang ada di Desa/Kelurahan. Pasalnya satu vial untuk booster harus 12 orang.

“Tidak bisa lagi. Karena satu vial itu 12 orang. Kadang juga seng sampe. Karena kalau sudah buka satu vial, tidak habis hari itu maka dosis yang sisa bisa jadi temuan lagi kembali. Jadi katong bikin terpusat saja,” jelas Pelupessy.

“Kecuali di Puskesmas, dong (warga-red) sudah daftar untuk hari apa, hari apa. Lalu satu kali buka untuk satu vial, bisa. Jadi tinggal diarahkan ke Valantine, supaya bukanya itu gampang. Sebab vaksin tidak terpakai, akan jadi temuan,” bebernya.

Ditambahkan, pihaknya tidak memiliki target berapa banyak di tahun ini yang akan vaksin booster dosis kedua. Sebab diharapkan sebanyak mungkin warga bisa datang sendiri jika sudah booster dosis pertama.

“Targetnya sebanyak mungkin orang yang sudah booster dosis pertama suntikan ketiga, dia bisa lanjut dengan booster kedua suntikan keempat. Jadi selama yang ada itu katong tetap melayani,” tukasnya.

Memang biasanya akui Wendy, kalau ada prasyarat penerbangan booster dosis kedua dari pemerintah pusat, baru biasanya orang berlomba-lomba untuk vaksin. Tapi sepanjang tidak ada, tentu persentasenya kecil atau sedikit.

“Katong hanya tunggu, himbau, sosialisasi. Sebab tidak bisa paksa untuk vaksin. Kembali pada kerelaan orang. Tapi banyak itu biasanya kebutuhan untuk berangkat walau sekarang tidak ketat. Jadi kesadaran itu kurang dibanding kalau ada regulasi yang atur wajib booster kedua,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed