by

Tumbang di SBT, Murad: FAHAM Kurang Bekerja Keras

AMBON,MRNews.com,- Hasil quick count/hitung cepat lembaga survei dan hitungan sementara tim, jagoan PDI Perjuangan di Pilkada Seram Bagian Timur (SBT) nomor urut 2 Fachri Alkatiri-Arobi Kelian (FAHAM) dan Paslon nomor 3, Rohani Vanath-Ramli Mahu (NINA RAMAH) tumbang.

Pemenang sementara, karena masih dalam tahap pleno tingkat kecamatan ialah, pasangan nomor urut 1 yang juga Bupati petahana Abdul Mukti Keliobas dan pasangannya Idris Rumalutur (ADIL).

Terhadap hasil tersebut, Ketua DPD PDI-Perjuangan Maluku Murad Ismail mengakui, kekalahan yang dialami FAHAM, telah membuktikan pasangan yang diusung koalisi besar itu kurang bekerja keras serta kurang berusaha.

“Mereka kurang berusaha. Saya dengar kabar dari belakang, kalau mereka kehabisan peluru. Mau bertarung kok harus pakai peluru. Saya dulu waktu di Pilgub, partai saya bayar bos, bukan minta uang dari partai,” tegas mantan Kapolda Maluku itu di kantor Gubernur Maluku, Senin (14/12).

Selain FAHAM kurang bekerja keras dan berusaha Murad mengaku, kekalahan yang dialami Fahri-Arobi Kelian membuktikan petahana Bupati Mukti Keliobas asal partai Golkar masih sangat kuat.

“Kalau Pilkada di SBT itu PDI tidak menang, yah memang karena petahana itu lebih bagus saja, giginya lebih tajam,” ungkap Murad.

Lebih lanjut Murad mengatakan, kekalahan di SBT merupakan untuk yang ketiga kali bagi dirinya dalam Pemilihan Umum (Pemilu), selama dua tahun terakhir yakni 2018 hingga 2020.

“Di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 saya hanya dapat suara 6 persen disana, Pemilihan Presiden (Pilpres) PDI-Perjuangan juga kalah, sekarang Pemilihan Bupati (2020) juga kalah. Kalah menang itu biasa, ” jelasnya.

Meski sudah tiga kali Kalah di SBT, Murad yang juga Gubernur Maluku ini menegaskan, dirinya kedepan akan tetap melaksanakan tugas-tugas selaku kepala daerah, tanpa melihat dari sudut pandang politik.

“Walaupun kalah, saya sudah kunjungan ke SBT sebagai Gubernur Maluku itu dua kali. Saya beri bantuan disana, dan di beberapa kabupaten lainnya, dengan tujuan Maluku bisa keluar dari persoalan yang berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur,” terangnya.

Menurut Murad, jika memiliki niat untuk bertarung di Pilkada, maka tidak usah berbicara terkait dengan ketersediaan “Peluru”. Yang terpenting, lanjut Murad, bisa menepati janji-janji politik.

Meski dipastikan kalah di SBT, tapi jagoan “banteng moncong putih” kemungkinan seruduk kemenangan ditiga kabupaten lainnya yaitu Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach-Agustinus Lekwaday Kilikily (BENAR), Safitri Malik Soulissa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES) di Buru Selatan dan Johan Gonga-Muin Sogalrey (JOIN) di Kepulauan Aru. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed