SBB Kembali Krisis BBM, Banyak Kendaraan Dirumahkan

AMBON,MRNews.com,- Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Akibat krisis bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax serta Premium, sehingga banyak kendaraan baik pribadi maupun angkutan yang beroperasi di kawasan sekitar harus dirumahkan.

Terhitung sejak tanggal 26 September 2019 bulan lalu, bersamaan dengan Gempabumi yang melanda beberapa wilayah di Maluku, BBM sudah sangat sulit didapatkan di sejumlah kecamatan yang berada di Kabupaten SBB yakni Kecamatan Kairatu, Amalatu dan Elpaputih.

Kondisi krisis BBM yeng terjadi saat ini di Kabupaten Saka Mese Nusa itu, membuat resah sejumlah masyarakat yang berprofesi sebagai supir taksi dan para tukang ojek. Bagaimana tidak, mereka harus merumahkan kendaraannya sembari menunggu BBM kembali bisa didapatkan dengan mudah.

“Mau tidak mau, kami yang sopir seperti ini tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Mobil harus diparkir di garasi, sambil menunggu BBM masuk dan mudah didapatkan seperti yang lalu-lalu, ” jelas supir Angkutan Umum jurusan Waipirit-Latu, Riki Hantua kepada media ini via seluler, Rabu (2/10).

Selain Riki, supir angkutan umum lainnya seperti Marlon Afk juga mengatakan, BBM jenis Pertalite dan Premium, bisa saja didapatkan disejumlah pedagang eceran yang berada dibadan-badan jalan Lintas Seram.

Namun, krisis BBM yang saat ini dialami kabupaten SBB, dimanfaatkan sejumlah pedagang BBM eceran untuk menaikkan harga. Bahkan harga BBM eceran yang biasanya dijual Rp 10.000 /liter, kini dinaikan hingga Rp 15.000/per liter. “Kami (para supir) ingin melakukan aktivitas seperti biasa, namun kalau membeli minyak dengan harga sedemikian seperti sekarang (Rp 15/liter) di pedagang eceran, kami bisa tidak sanggup, mengingat pasasi penumpang tidak naik sama sekali, ” tegas Marlon.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten SBB, untuk segera melakukan komunikasi dengan Pertamina agar bisa menstabilkan kembali kondisi SBB dari Krisis BBM yang saat ini dialami.

“Akibat dari krisis BBM saat ini, banyak penumpang yang berada di Dermaga Penyebrangan Waipirit- Hunimua, banyak yang tidak bisa menggunakan jasa angkutan umum, Taksi maupun ojek. Sebab semua tidak beroperasi akibat kehabisan BBM, jadi tolong pemerintah segera sikapi persoalan ini secepatnya,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *