by

Menkes, Orang Kedua Namai Bayi di Pengungsian

AMBON,MRNews.com,- Menteri Kesehatan RI Nila Juwita Moeloek adalah orang kedua yang memberikan namanya kepada salah seorang bayi perempuan yang lahir di pengungsian tiga hari lalu tepatnya 14 Oktober 2019. Hal itu terjadi ketika Menkes dalam kunjungan kerja ke Maluku menyambangi camp pengungsi korban gempabumi di kampus Universitas Darussalam (Unidar) Tulehu, Kecamatan Salahutu Maluku Tengah, Rabu (16/10/19).

Namun, Menkes secara khusus meninjau camp RS dr Isak Umarella yang juga turut mengungsikan diri bersama pengungsi karena kondisi RS masih rusak akibat gempa. Setelah masuk satu per satu ke tenda perawatan, Menkes kemudian mendatangi tenda putih berisikan ibu-ibu yang baru selesai melahirkan dan bayi.

Kebetulan, ada seorang bayi yang baru lahir tiga hari lalu namun belum diberi nama oleh orang tuanya. Tak lama, Menkes lalu menggendong bayi itu, berbincang singkat dengan orang tua bayi dan memberikan nama Eka Juwita Nila Sari.

“Karena bayi ini perempuan dan belum diberi nama oleh orang tuanya, maka kebetulan saya datang berkunjung kesini, maka ijinkan saya beri dia nama Eka Juwita Nila Sari sesuai nama saya ada Juwita dan Nila. Berkenan ibu orang tua anak ini bisa menerimanya dan berharap anak ini nanti sehat, tumbuh berkembang baik, jadi anak soleha dan sukses kedepan dalam meraih cita-citanya sehingga bisa membanggakan orang tua,” papar Menkes.

Diketahui, Menkes adalah orang kedua yang memberi nama kepada bayi yang lahir di pengungsian setelah sebelumnya ada Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno yang juga melakukan hal serupa dengan menamai seorang bayi “Muhammad Abas Orno Pelu” sesuai namanya pada 1 Oktober lalu saat berkunjung melihat kondisi pengungsi.

Sementara orang tua bayi Eka Juwita Nila Sari, Ida Rufaida Lestaluhu dan Fahrizal Parry mengaku senang dan bangga ketika seorang pejabat negara sekelas Menkes memberikan nama untuk anaknya yang baru lahir tiga hari lalu di tenda pengungsi RS. Apalagi itu sesuai nama Menteri juga.

“Sejak lahir ditolong bidan Ode Yani pada 03.07 WIT 14 Oktober memang belum diberi nama. Sengaja karena menunggu ibu Menteri datang. Senang dan bangga karena diberikan nama oleh ibu Menteri apalagi sesuai namanya. Harapannya semoga dia tumbuh besar dan bisa jadi dokter seperti ibu Menteri. Dia jadi anak soleha. Itu cita-cita kita orang tuanya, semua manusia pasti punya cita-cita. Setelah melahirkan, kami memilih tetap di tenda pengungsian karena rasa masih lebih aman dan nyaman. Sampai pulih benar baru bisa balik karena gempa masih terjadi terus,” tukas Ida Rufaida. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed