by

Maluku Ekspor 2,2 Ton Tuna Segar ke Jepang

-Maluku-151 views

AMBON,MRNews.com,- Provinsi Maluku kembali melakukan ekspor sebanyak 2200 kg
atau 2,2 ton ikan tuna segar/pres gelondongan ke dua (2) perusahaan asal Jepang, Minggu (30/8). Ini kesekian kalinya tuna diekspor ke negara berjuluk matahari terbit, setelah periode Januari-Juli 2020 juga rutin.

Ekspor terjadi melalui PT Maluku Prima Makmur yang berlokasi di Desa Tawiri Kecamatan Teluk Ambon yang dilakukan secara simbolis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo saat berkunjung ke Ambon-Maluku.

Selain itu, Menteri Edhy yang didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail, Anggota DPR-RIAbdullah Tuasikal dan Hendrik Lewerissa, serta anggota DPD RI Ana Latuconsina juga meninjau perusahaan itu sekaligus menyerahkan sertifikat pengesahan PT Maluku Prima Makmur sebagai perusahaan pengekspor ikan tuna.

Pantauan media ini, selepas mengekspor, mantan anggota DPR-RI itu kemudian meninjau lokasi budidaya pada balai perikanan budidaya laut (BPBL) Ambon dan menebar benih ikan laut hasil budidaya BPBL Ambon sebanyak 10 ribu ekor benih ikan hias nemo, benih ikan bubar dan benih ikan kakap putih di dermaga BPBL.

Disela momentum tersebut, Menteri Edy juga berdialog dengan para kelompok pembudidaya perikanan dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Pembudidaya harapkan kesejahteraan mereka diperhatikan dan ada perhatian pemerintah terhadap apa yang mereka hasilkan.

Dirinya juga menyerahkan paket bantuan budidaya bagi kelompok budidaya perikanan dienam daerah yakni Kota Ambon Rp 478.539.000, Kabupaten SBB Rp 335.299.000, Kabupaten Buru Rp 281.550.000, Kabupaten Malteng Rp 641.688.000, Kota Tual Rp 72.940.000 dan Kabupaten Maluku Tenggara Rp 75.240.000.

Menteri Edy mengaku, pihaknya membuka seluas-luasnya upaya ekspor budidaya perikanan dari Indonesia ke luar negeri. Tapi pintu impor dibatasi, supaya uang yang masuk akan jauh lebih banyak. Devisa akan lebih besar ditahan di Indonesia.

“Maka itu saya bawa lengkap pejabat eselon I untuk memperkuat Ambon-Maluku. Ekspor budidaya udang sudah bisa langsung, belum lama terjadi dan terus kita kembangkan. Juga ekspor ikan yang jadi potensi besar di Maluku harus didorong ekspor sebesar-besarnya dan kita siap bantu,” terang politisi Gerindra.

Gubernur Murad Ismail berharap, kedatangan Menteri KP tidak hanya sekedar untuk menyerahkan bantuan dari pemerintah pusat. Tetapi sekaligus menegaskan dan memperkuat komitmen serta sinergitas pemerintah pusat dan daerah terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Maluku.

“Kita berterima kasih kepada eksportir. Sebab sampai Juli 2020, bisa melakukan ekspor dari sektor perikanan sebanyak 6,278,81 ton terdiri dari tuna, udang, ikan layar dan lainnya senilai USD 34,648,264 ke beberapa negara Asia seperti Jepang, China, Srilanka, Singapura dan lainnya,” sebut Murad. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed