Gubernur, Kapolda, Pangdam Tinjau Pelabuhan & Pasar Mardika

AMBON,MRNews.com,- Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa dan Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq turun langsung meninjau dan pengecekan arus mudik pada kapal KM Gunung Dempo di pelabuhan Yos Soedarso, Ambon, Selasa (28/5/19) yang akan berlayar ke Makasar, Bau-bau, Surabaya dan Jakarta. Mereka juga melihat arus mudik pada KM Sabuk Nusantara yang akan membawa penumpang menuju ke kota Larat, Saumlaki dan Moa.

Ketiganya lantas saling berkomunikasi dengan pihak dinas perhubungan Maluku, PT Pelni Cabang Ambon, PT Pelindo dan Jasa Raharja Cabang Maluku termasuk Kapten kapal untuk mengecek kelayakan kapal, kapasitas dan jumlah penumpang, rute dan aspek ketertiban dan keamanan selama berlayar maupun ketika berlabuh dan menaikkan penumpang dengan berbagai tujuan di berbagai kota di Indonesia.

Disela-sela tinjauan, Gubernur apresiasi dan berterima kasih karena kapal-kapal dari PT Pelni masih bisa operasional dengan baik serta selama pelayaran pun tidak mengalami hambatan dan gangguan akibat cuaca, karena dalam keadaan baik. “Kita bersyukur dalam proses arus mudik ini belum ada masalah dan semoga masyarakat yang mudik bisa sampai di rumah dengan selamat, tidak kurang sesuatu apapun biar bisa ketemu dengan keluarga. Itu yang penting, jaga keslamatan,” tandas Murad.

Berkaitan lonjakan penumpang mudik sehingga perlu menambah kapal, pemerintah provinsi sebut Murad, sebenarnya ingin minta sebanyak-banyaknya namun tergantung pemerintah pusat. Bahkan ketika dulu menjadi Kapolda Maluku dan Menteri ESDM, Ignatius Jonan yang kala itu menjabat Menteri Perhubungan janji memberi kapal perintis untuk melayari wilayah Maluku dengan kapasitas 2000 penumpang sebanyak 2 buah, tapi masih tertunda karena pergantian posisi menteri.

“Kalau ketemu Menhub Budi Karya saya akan sampaikan itu. Karena kapal yang operasi sekarang banyak dari Pelni, kita minta tambah lagi untuk extra flight, khusus arus mudik lebaran dan natal, tahun baru bisa. Namun penting, kita punya kapal perintis dalam wilayah Maluku sama sekali kurang. Saya minta juga ke Pelni kalau ada perusahaan-perusahaan yang memasok kapal-kapal cepat, proses tender harus diterima banyak perusahaan, jangan cuma dikuasai satu-dua orang saja. Nanti masyarakat yang susah. Boleh mereka bersaing sehat, jangan sampai masyarakat susah,” tegasnya.

Saat meninjau pasar Mardika dan Arumbae, Murad, Lumowa dan Taufiq berkeliling sambil berbincang dengan sejumlah pedagang sembari membeli barang dagangan dari sayur hingga ikan. Hasilnya, kebutuhan bahan pokok masih aman dan relatif terkendali, hanya cabai kecil dan daging masih terbilang mahal. Adapun kondisi pasar, menjadi tanggungjawab pemerintah kota (Pemkot) Ambon, namun hasil komunikasi bersama Walikota dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito bertekad bantu revitalisasi.

“Terkait harga bahan pokok, prinsipnya relatif stabil dan terkendali dengan baik, mungkin ada satu dua mahal karena didatangkan dari luar kecuali cabai kecil harganya Rp 60 ribu per kg, seharusnya Rp 40 ribu, serta daging. Karena untuk Maluku, satu hari dalam bulan Ramadhan cuma dipotong 18 ekor dan masih sekilo Rp 100 ribu. Semua terkendali bagus. Hal ini sudah saya laporkan ke Menteri Perdagangan” ujar Gubernur. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *