by

Walikota Pastikan Nonjob Pejabat & ASN Pemkot “Tukang Pungli”

AMBON,MRNews.com,- Praktek pungutan liar (Pungli) nampaknya masih tumbuh subur di pemerintahan termasuk birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Bukan hanya dilakukan aparatur sipil negara (ASN), tapi juga pejabat eselon II, III diduga jadi aktor yang suka “pungli” di dinas-dinas kategori “babasah”. Padahal masalah hukum baru saja menghantam dan kini dalam radar komisi anti rasuah, KPK.

Menanggapi persoalan tersebut, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena pun angkat suara. Wattimena lantas tegaskan, akan menindak pejabat dan ASN yang sering lakukan Pungli terhadap masyarakat yang berurusan di Pemkot Ambon.

Bahkan Wattimena tak segan-segan untuk mencopot oknum yang bersangkutan dari jabatannya apabila “tukang Pungli” itu ialah pejabat eselon II atau III.

“Saya sudah bilang kan, kalau ada pegawai yang kedapatan lakukan Pungli dan laporannya terbukti, yang dia duduki jabatan. Maka saya akan nonjobkan dan akan disampaikan di apel, tidak main-main,” tegasnya di Ambon, Rabu (30/11).

Hal itu kata Wattimena harus dilakukan. Karena dirinya inginkan birokrasi Pemkot Ambon harus bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) termasuk soal praktek Pungli.

“Jadi kalau ada bukti-bukti kasih ke saya, siapa namanya, Pungli dimana. Ada bukti saya akan tindak. Kalau itu pejabat eselon maka saya langsung non job. Saya tidak main-main,” jelasnya.

Apalagi sebut Wattimena, dirinya ketika diamanahkan selaku Penjabat Walikota oleh Gubernur langsung menurunkan 11 program prioritas yang salah satunya adalah penataan birokrasi.

Dimana butuh dukungan seluruh pejabat eselon dan ASN demi kesuksesan 11 program prioritas tersebut. Jika ada saja yang tidak mendukung apalagi melenceng dari “semangat” penataan birokrasi tersebut, maka harus diberi catatan.

“Itu pasti saya lakukan (non job pejabat dan ASN). Saya kalau bicara tidak ada yang saya tidak lakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, diduga ada praktek Pungli yang sering dilakukan kepala dinas tertentu di Pemkot Ambon. Bukan cuma ratusan ribu, namun mencapai jutaan rupiah. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed