by

Vaksinasi Capai 91 Persen, Mendagri Apresiasi Kota Ambon, Minta Jadi Contoh

AMBON,MRNews.com,- Vaksinasi Covid-19 di Kota Ambon tahap atau dosis pertama sudah mencapai 91 persen. Capaian itu pun mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

“Saya sampaikan apresiasi sangat tinggi kepada Kota Ambon atas hasil itu. Patut disyukuri kerja terukur Walikota dan jajaran serta kolaborasi luar biasa dengan semua stakeholder,” sebut Tito usai rapat koordinasi percepatan Vaksinasi bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se-Maluku, Jum’at (24/12).

Menurutnya, angka itu juga bisa dicapai berkat partisipasi semua elemen termasuk masyarakat. Sebab memang kerawanan tertinggi penyebaran Covid-19 ada di Ambon sebagai ibukota provinsi, dengan populasi penduduk besar dan padat.

“Saya sudah meminta kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy agar menyisir kembali warga terutama usia lanjut (Lansia) yang rentan terpapar, dengan sistem door to door atau dari rumah ke rumah,” ungkapnya.

Mantan Kapolri itu berharap, capaian luar biasa Kota Ambon tersebut, bisa ditiru atau contohi Bupati/Walikota yang lain. Dengan meningkatkan lagi kolaborasi bersama TNI/Polri dan stakeholder lainnya, serta memaksimalkan semua sumberdaya dan sistem.

Perlunya ditiru Kota Ambon karena ada beberapa Kabupaten/Kota lain yang memang belum capai 70 persen vaksinasi tapi optimis bisa, yakni Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru. Tapi harus didukung TNI/POLRI, tidak bisa sendiri.

“Empat Kabupaten/Kota yang tidak begitu optimis capai 70 persen vaksinasi karena berbagai kendala seperti kondisi geografis daerah yang pulau-pulau, pegunungan yaitu Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur. Mereka target 50-62 persen” terangnya di Kantor Gubernur Maluku.

Tito mengingatkan, soal vaksinasi tahap pertama minimal 70 persen belum dicapai beberapa daerah di Indonesia, beberapa diantaranya Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat.

“Persentase vaksinasi dosis pertama Maluku masih diangka 55,08 persen. Sedangkan dosis kedua baru 26,43 persen. Angka ini harus digenjot terus dengan memaksimalkan semua sumberdaya yang dimiliki,” harapnya.

Sebab itu, Tito “mewarning” Gubernur Maluku Murad Ismail, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku, Kabinda Maluku dan Kajati Maluku agar bisa memonitor daerah-daerah tersebut supaya bisa melebihi target yang diharapkan.

“Mudah-mudahan dengan skenario ini, kerjasama ini, dikeroyok rame-rame, mudah-mudahan bisa mencapai 70 persen diakhir tahun atau kurang lebih 6 hari. Vaksinasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus digencarkan demi kepentingan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed