by

Tuan Adat Negeri Kariu Tolak Penetapan Batas Wilayah

AMBON,MRNews.com.- Sebagai Amanupui (tuan adat) negeri Kariu
atas nama masyarakat negeri Kariu yang sementara mengungsi di Desa Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah dengan tegas menolak penetapan dan pematokan batas wilayah administrasi negeri Kariu dan Pelauw yang dilakukan oleh tim penegasan tapal batas tanpa disaksikan oleh tokoh adat negeri Kariu.

Sikap penolakan dengan tegas dilakukan oleh Silas Pariury Amanupuy Negeri Kariu, staf lembaga adat Daniel Pariury, Kapitang Kariu, Samuel Nahusona dan Efrai, Pattiwaellapia (tokoh masyarakat Kariu).

Sebagai masyarakat adat maka pihaknya sudah melayangkan surat keberatan atas penetapan batas wilayah yang telah dilakukan pada tanggal 3 September 2022 oleh tim penegasan tapal batas dari Kabupaten Maluku Tengah tanpa kehadiran tokoh adat negeri Kariu.

” Surat penolakan telah dikirim ke semua instansi pemerintah daerah hingga ke Mendagri dan Presiden. Penetapan batas wilayah yang dilakukan tim sangat melanggar hak hak kami sebagai pemilik dati dan negeri ” ujar Silas Pariury di Ambon, Jumad (9/8).

Sebagai negeri adat maka Kariu terbentuk dari 12 negeri adat yaitu Aman Haruwee, aman Selana, aman Waelapia, aman hatumanu, aman ira, aman puturessy, aman jambua, aman huwe, aman latu, aman rupi, aman tunimahu .

Menurutnya apa yang dilakukan oleh tim dari pemerintah kabupaten Maluku Tengah sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Sebab penetapan batas wilayah dilakukan tanpa kehadiran pemilik dati.

Sebagai tokoh adat negeri Kariu maka pihaknya sangat menyayangkan langkah yang dilakukan tim pemerintah kabupaten Maluku Tengah. Mestinya sebagai pemilik dati harus dihadirkan dalam penetapan batas wilayah.

” Ini langkah yang sangat tidak adil bagi kami masyarakat Kariu. Karena itu kami menolak dengan tegas penetapan batas wilayah negeri Kariu dan Pelau” tegasnya. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed