AMBON,MRNews.com,- Pejabat Kodam XVI/ Pattimura, seperti Aster Kasdam XVI/ Pattimura Kolonel Inf Chrisbianto Arimurti, Kasiter Korem 151/Binaiya Kolonel Inf D.C. Soumokil, Penjabat Walikota Ambon, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Kadis Pertanian Maluku lakukan pengecekan stabilitas harga bahan pokok (Bapok).
Sejumlah pasar di Kota Ambon menjadi sasaran sidak yakni Pasar Mardika, Pasar Wayame, Pasar Batu Merah, Pasar Passo, Pasar Gudang Arang dan Gudang Disperindag Maluku.
Kegiatan ini merupakan operasi pasar bahan pangan pokok kerjasama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Maluku dengan pelaku usaha guna mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Maluku pasca kenaikan BBM per 3 September lalu.
Dimana harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Selain BBM Pertalite, kenaikan juga terjadi pada Solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 dan Pertamax Non- Subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500.
Kapendam XVI/ Pattimura, Kolonel Arh Adi Prayogo katakan, adanya pengecekan ke pasar- pasar di Ambon ini adalah upaya Kodam XVI/ Pattimura turut mengawal dan membantu pemerintah.
“Kita bersama melaksanakan pengecekan bersama tim terkait baik dari pemerintah kota Ambon maupun Provinsi Maluku yang tujuannya menjaga stok atau ketersediaan dan kestabilan harga pasaran,” terangnya.
Berdasarkan hasil pengecekan, kata dia, hingga hari ini pasca penyesuaian harga BBM ,harga dan stok kebutuhan seperti beras, bawang merah, cabai, minyak dan sayur di sejumlah pasar Kota Ambon terpantau stabil.
Seperti cabai perkilo senilai Rp 50.000, bawang merah senilai Rp 22.000 dan beras lima kiloan senilai Rp 55.000.
“Pengecekan dan monitoring ini sebut Adhi, akan berlangsung selama seminggu kedepan,” pungkasnya. (MR-02)







Comment